News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prabowo Diminta Turun Tangan Berantas Mafia Impor Bawang Putih

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IMPOR BAWANG PUTIH - Sejumlah pedagang dan warga membeli bawang putih pada kegiatan Operasi Pasar Bawang Putih yang diselenggarakan CV Sinar Padang Sejahtera dan Tim Satgas Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (17/2/2020). Presiden Prabowo Subianto diminta turun tangan berantas mafia bawang putih karena impor bawang putih sudah lama terjadi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan memberantas mafia bawang putih.

Uchok mengatakan, Prabowo perlu turun langsung lantaran impor bawang putih sudah lama terjadi dan harus ditindak tegas.

"Iya harus turun tangan. Kalau enggak, kerugian negara semakin meningkat, akibat impor bawang putih ini," kata Uchok kepada wartawan, Senin (3/2/2025).

Menurutnya, kasus impor bawang putih ini sudah lama terjadi. 

Karenanya, Prabowo harus turun tangan memberantas mafia impor bawang putih.

"Itu sudah dari dulu, pokoknya yang namanya impor itu bawang putih apa semuanya soal pangan itu harus dibasmi," ujar Uchok.

Baca juga: Diminta Terbitkan Sisa Persetujuan Impor Bawang Putih untuk Tekan Harga, Kemendag: Sudah Cukup

Terpisah, anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan meminta agar KPK turun tangan untuk melakukan pemeriksaan pada kementerian terkait.

"Mafia ekonomi itu salah satu yang menghancurkan perekonomian nasional, apalagi yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak seperti mafia pangan dan mafia energi," ucap Daniel.

Daniel menilai, mafia bawang putih harus diberantas jikalau Indonesia mau maju. 

"Mendag harus mewujudkan pasar persaingan sempurna sehingga Indonesia emas semakin mungkin," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini