TRIBUNNEWS.COM - Memasuki awal bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah.
Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah puasa Dzulhijjah harus dilakukan selama 9 hari penuh?
Jika umat Islam berpuasa Dzulhijjah tidak sampai 9 hari (misal 3 hari), hukumnya boleh dan sah.
Pasalnya, puasa tersebut merupakan puasa sunnah.
Selain itu, keabsahan satu hari puasa tidak tergantung pada hari sebelumnya dan sesudahnya, sehingga boleh dilakukan tidak sempurna 9 hari puasa.
Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa 9 hari jika mampu.
Jadwal Puasa Dzulhijjah 1446 H
- Puasa 1-7 Dzulhijjah: 28 Mei-3 Juni 2025
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Baca juga: Kalender Hijriah Bulan Juni 2025, Lengkap dengan Jadwal Puasa Sunnahnya di Bulan Dzulhijjah
- Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah: 4 Juni 2025
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
- Puasa Arafah 9 Dzulhijjah: 5 Juni 2025
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
(Tribunnews.com, Widya)
Baca tanpa iklan