News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gerhana Bulan

Apa Itu Blood Moon atau Bulan Darah? Jadi Fenomena Langit Terbaik Dekade Ini

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BLOOD MOON - Bulan darah terlihat selama gerhana bulan total di Fish Creek, sekitar 230 kilometer tenggara Melbourne pada 8 November 2022. (Photo by William WEST / AFP) Kini Bulan Darah atau Blood Moon akan terjadi pada pada Minggu (7/9/2025) hingga Senin (8/9/2025) dini hari ini.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan akan ada fenomena "Blood Moon" atau "Bulan Darah" yang akan terjadi pada Minggu (7/9/2025) hingga Senin (8/9/2025) dini hari ini.

Apa itu Blood Moon atau Bulan Darah?

BMKG menjelaskan Blood Moon atau Bulan Darah adalah sebuah fenomena Gerhana Bulan Total, di mana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus yang sejajar.

Pada saat Gerhana Bulan Total, Bulan akan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Gerhana Bulan ini terjadi saat cahaya Matahari terhalangi oleh Bumi, sehingga tidak seluruhnya sampai ke Bulan.

Namun, fenomena kali ini tidak akan membuat Bulan terlihat gelap total, melainkan akan tampak berwarna kemerahan.

Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan Bulan.

Sehingga Bulan akan tampak berwarna merah.

Fenomena inilah yang sering disebut sebagai "Blood Moon" atau "Bulan Darah".

BMKG menjelaskan, Gerhana Bulan Total 7 September 2025 ini merupakan salah satu dari empat peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2025.

Baca juga: Gerhana Bulan Total di Indonesia 7-8 September 2025 Berlangsung 3 Jam, Dimulai Pukul 23.27 WIB

Gerhana Bulan Total 7 September 2025 ini merupakan Gerhan Bulan Total ke-2 yang terjadi di tahun 2025.

Sebelumnya, Gerhana Bulan Total juga terjadi pada 14 Maret 2025.

Namun, kala itu, peristiwa ini hanya melintasi wilayah Lautan Pasifik, Amerika, Eropa, dan Asia.

Kini, fenomena Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 7-8 September 2025 ini dapat diamati masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Fenomena Gerhana Bulan Total ini termasuk fenomena langit langka.

Sebab, peristiwa ini terjadi lantaran tidak setiap bulan terjadi.

Fenomena ini sangat tergantung pada perputaran rotasi bumi, pola orbit bulan dan pola siklus gerhana.

Beberapa peristiwa gerhana, hanya terjadi sebagian atau penumbral, tidak total.

Fenomena Gerhana Bulan Total berikutnya baru akan terjadi di Indonesia pada 2033.

Menurut National Geographic, fenomena langit ini akan menjadi salah satu pertunjukan langit terbaik dalam dekade ini.

Sebab, durasinya yang cukup panjang dan distribusi visibilitasnya yang luas. 

Secara keseluruhan durasi Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 ini akan berlangsung selama 3 jam 29 menit.

Jadwal Fase Gerhana Bulan Total 7 September 2025

1. Fase Gerhana Penumbra Mulai 

  • WIB: 22.26.56 
  • WITA: 23.26.56 
  • WIT: 00.26.56

2. Fase Gerhana Sebagian Mulai 

  • WIB: 23.26.44 
  • WITA: 00.26.44 
  • WIT: 01.26.44

3. Fase Gerhana Total Mulai 

  • WIB: 00.30.17 
  • WITA: 01.30.17 
  • WIT: 02.30.17

4. Puncak Gerhana 

  • WIB: 01.11.45 
  • WITA: 02.11.45 
  • WIT: 03.11.45

5. Fase Gerhana Total Berakhir 

  • WIB: 01.53.13 
  • WITA: 02.53.13 
  • WIT: 03.53.13

6. Fase Gerhana Sebagian Berakhir 

  • WIB: 02.56.46 
  • WITA: 03.56.46 
  • WIT: 04.56.46

7. Fase Gerhana Penumbra Berakhir 

  • WIB: 03.56.34 
  • WITA: 04.56.34 
  • WIT: 05.56.34

Durasi Gerhana Bulan Total:

  • Total durasi gerhana: 5 jam 29 menit 48 detik
  • Durasi gerhana sebagian: 3 jam 29 menit 24 detik
  • Durasi totalitas (gerhana penuh): 1 jam 22 menit 6 detik

Jika kondisi langit cerah, BMKG menyebutkan seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan gerhana ini.

Seluruh fase gerhana akan terlihat jelas di wilayah Indonesia bagian barat seperti Jakarta dan Sumatera.

Sementara di Papua bagian timur, Bulan akan terbenam sebelum gerhana berakhir.

Fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk melakukan pengamatan langsung, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan teleskop. 

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 7 Fakta Menarik tentang Gerhana Bulan Total Terjadi Malam Ini 7-8 September 2025, Disebut Blood Moon

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Muhammad Alvian Fakka)( TribunJabar.id/Hilda Rubiah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini