News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

21 September 2025 Ada Gerhana Matahari Parsial, Bisa Dilihat dari Indonesia?

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dengan menggunakan telapak tangan, seorang warga melihat bayangan dari teleskop proses terjadinya gerhana matahari parsial atau sebagian di halaman Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta, Kamis (26/12/2019) siang. Hanya di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam gerhana matahari cincin. Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghazali

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena langit kembali hadir pada 21 September 2025, berupa gerhana matahari parsial. 

Namun, pertanyaan banyak orang adalah: apakah fenomena ini bisa disaksikan dari Indonesia?

Apa Itu Gerhana?

Gerhana adalah peristiwa astronomi ketika satu benda langit bergerak ke bayangan benda langit lainnya.

Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang sebagian atau seluruhnya dari pandangan bumi.

Sementara gerhana matahari parsial adalah kondisi ketika bulan hanya menutupi sebagian permukaan matahari, sehingga bentuk matahari tampak seperti sabit atau terpotong sebagian.

Lokasi Terlihatnya Gerhana 21 September 2025

Dikutip dari NASA, gerhana matahari parsial pada 21 September 2025 akan terlihat di beberapa wilayah berikut:

  1. Australia
  2. Antartika
  3. Samudra Pasifik
  4. Samudra Atlantik

Sayangnya, Indonesia tidak akan bisa menyaksikan fenomena ini.

Baca juga: 4 Wilayah yang Bisa Lihat Gerhana Matahari Parsial 21 September 2025, Indonesia Termasuk?

Apa Itu NASA?

NASA atau National Aeronautics and Space Administration adalah lembaga antariksa milik Amerika Serikat yang bertugas melakukan riset dan eksplorasi ruang angkasa, sekaligus menjadi salah satu sumber utama informasi astronomi dunia.

Jadwal Gerhana Matahari Selanjutnya

Meski gerhana kali ini tidak bisa dilihat dari Indonesia, masyarakat tanah air masih berpeluang menyaksikan fenomena serupa pada tahun berikutnya. 

Berikut jadwalnya:

  • 17 Februari 2026 – Gerhana Matahari Cincin

Gerhana cincin terlihat di Antartika.

Gerhana sebagian bisa disaksikan di Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan Samudra Hindia.

  • 12 Agustus 2026 – Gerhana Matahari Total

Gerhana total terlihat di Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, dan sebagian kecil Portugal.

Gerhana sebagian bisa diamati di Eropa, Afrika, Amerika Utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, dan Samudra Pasifik.

Jenis-Jenis Gerhana Matahari

Fenomena gerhana matahari terbagi menjadi beberapa jenis:

  1. Gerhana Matahari Total: Bulan sepenuhnya menutupi matahari sehingga langit menjadi gelap sesaat.
  2. Gerhana Matahari Cincin: Bulan menutupi pusat matahari, menyisakan cahaya berbentuk cincin.
  3. Gerhana Matahari Parsial: Hanya sebagian matahari yang tertutup bulan.
  4. Gerhana Matahari Hibrida: Gerhana yang bisa terlihat sebagai total atau cincin, tergantung lokasi pengamat di bumi.

NASA mengingatkan, menyaksikan gerhana matahari harus menggunakan kacamata khusus atau alat pelindung yang aman. Melihat langsung ke arah matahari tanpa perlindungan bisa menyebabkan kerusakan mata permanen.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini