News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Menkes Budi Gunadi Ungkap 3 Penyebab Umum Kasus Keracunan MBG

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAKER DPR - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Rapat kerja tersebut membahas terkait penanganan kasus-kasus dan juga isu permasalahan di dalam program makan bergizi gratis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan terkait penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi guna mencari tahu penyebab insiden keamanan pangan tersebut.

Hal itu disampaikan BGS dalam rapat bersama komisi X di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (01/10/2025).

“Penyelidikan epidemiologi ini selain mencari tahu juga untuk mengetahui langkah atau treatment yang dilakukan ke depan,” tutur Budi Gunadi.

Kemenkes mengambil sampel dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makmurjaya di Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, SPPG Majujaya di Neglasari, Kecamatan Cipongkar dan  SPPG Mekarmukti di Kecamatan Cihampelas dengan total kasus korban 1.315.

Budi menerangkan, penyebab keracunan pangan yang sering ditemukan itu ada 3 yaitu bakteri, virus dan zat kimia.

Bakter terdiri dari salmonella, escherichia coli, bacilus cereus, staphylococcus aureus, clastridium perfringens, listeria monocytogenes, campylobacter jejuni hingga shigella.

Virus seperti rotavirus dan hepatitis A virus. Serta zat kimia seperti nitrit dan scombrotoxin.

Dengan demikian, Kemenkes akan memperkuat laboratorium kesehatan daerah (labkesda) di kota hingga kabupaten untuk melakukan penelitian ini.

“Untuk pemeriksaan mikrobiologi dan toksikologi dilakukan untuk menguji bakteri, virus hingga zat kimia yang terkandung pada makanan. Kami siapkan semua,” ujar BGS.

Adapun sebanyak 6.517 orang mengalami keracunan sejak program MBG diluncurkan pada Januari 2025. 

Data itu dihimpun sejak Januari sampai akhir September 2025.

Keracunan terbanyak terjadi di Pulau Jawa sebanyak 45 kasus.

Adapun sebanyak tiga wilayah pemantauan MBG, di antaranya wilayah 1 di Pulau Sumatera, wilayah II Pulau Jawa, dan wilayah III untuk Indonesia bagian timur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini