News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Legislator PKB Usul Konsep Kitchen School MBG Khusus untuk Daerah 3T dan Pelosok

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DAPUR MBG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Dirinya, mengusulkan konsep Kitchen School atau dapur sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) dikhususkan bagi daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta wilayah pelosok yang sulit dijangkau oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan konsep Kitchen School atau dapur sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) dikhususkan bagi daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta wilayah pelosok yang sulit dijangkau oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lalu Hadrian menilai, konsep Kitchen School ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan pemerataan akses gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Terutama di wilayah terpencil yang menghadapi kendala infrastruktur, logistik, dan distribusi bahan pangan.

“Kita ingin agar anak-anak di daerah 3T juga mendapatkan hak yang sama untuk menikmati makanan bergizi setiap hari sekolah. Untuk itu, saya mengusulkan agar sekolah di daerah terpencil memiliki dapur sekolah MBG,” kata Lalu Hadrian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Lalu Hadrian menjelaskan bahwa dapur sekolah dapat dikelola oleh sekolah bersama masyarakat sekitar sesuai dengan regulasi dan SOP dari BGN.

Dengan begitu, Kitchen School tidak hanya mendukung gizi siswa, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat komunitas.

"Selain untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis, dapur sekolah bisa menjadi sarana pendidikan praktis tentang gizi. Jadi, manfaatnya tidak hanya gizi, tapi juga pendidikan karakter dan keterampilan hidup," katanya.

Lebih lanjut, Lalu Hadrian menilai penerapan konsep Kitchen School dapat menjadi solusi efektif di daerah yang sulit dijangkau oleh sistem distribusi SPPG. 

Menurutnya dengan pemanfaatan sumber daya lokal, program ini bisa lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi geografis serta budaya masyarakat setempat.

"Kita perlu memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan merata dan adil. Jangan sampai anak-anak di pelosok tertinggal hanya karena faktor jarak. Dapur sekolah adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada yang tertinggal," ujarnya.

Ketua DPW PKB NTB itu menambahkan, usulan Kitchen School itu khusus untuk daerah 3T dan pelosok yang sulit dijangkau, bukan daerah perkotaan yang aksesnya mudah.

"Di daerah perkotaan sudah ada SPPG yang menyiapkan sajian MBG untuk anak-anak kita," pungkasnya.

Program MBG merupakan program pada pemerintahan Prabowo Subianto yang berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. 

Baca juga: Pembangunan SPPG di Sumber Solo Dihentikan, Ketua RT Tak Mau Aktivitas Dapur MBG Ganggu Warga

MBG menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui yang bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini