TRIBUNNEWS.COM - Pantun kerap mewarnai berbagai acara peringatan, termasuk Hari Santri Nasional.
Pantun adalah puisi lama yang terdiri dari empat baris per bait dengan pola sajak a-b-a-b.
Setiap baitnya terdiri dari sampiran (dua baris pertama) dan isi (dua baris terakhir).
Pantun sering kali digunakan untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, sindiran, cinta, humor, atau hiburan secara indah dan berirama.
Di Indonesia, Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.
Adanya peringatan ini untuk mengenang kontribusi besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Momentum Hari Santri umumnya diperingati dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara bendera, pengajian akbar, perlombaan hingga pawai santri.
Biasanya, pantun Hari Santri Nasional disampaikan saat membuka atau malah sebagai penutup sambutan.
Pantun juga dapat digunakan sebagai caption unggahan di media sosial.
Sebagai referensi, Tribunnews.com telah merangkum kumpulan pantun Hari Santri Nasional di bawah ini.
Baca juga: 15 Puisi Hari Santri Penuh Makna dan Menyentuh Hati
45 Pantun Hari Santri Nasional
- Di atas pohon ada burung hantu
Matanya besar bikin takut
Santri itu semangat satu
Cinta ilmu dan tak pernah takut - Petik mangga sambil tertawa
Dapat satu busuk di tengah
Selamat Hari Santri untuk semua
Pejuang Islam yang penuh berkah - Bunga melati harum mewangi
Tumbuh subur di halaman pondok
Santri bukan hanya pandai mengaji
Tapi juga santun dan berakhlak baik - Duduk ngopi di pagi hari
Sambil baca tafsir Jalalain
Santri bangun sebelum subuh dini
Lawan ngantuk demi iman - Air jernih mengalir ke sawah
Menghidupi padi yang tumbuh subur
Santri hidup dalam berkah
Meski makan tempe terus bersyukur - Hujan turun membawa haru
Membasahi tanah penuh berkah
Santri tahu mana yang perlu
Antara dunia dan akhirat yang megah - Beli batik di Kota Solo
Pakai saat hari pernikahan
Santri itu bukan selo
Ngaji tiap hari tanpa liburan - Air jernih dari pegunungan
Mengalir tenang ke sawah ladang
Santri berjiwa penuh keimanan
Jadi generasi yang bisa dipegang - Ke kebun petik daun kelor
Dimasak ibu untuk makan siang
Santri bukan hanya hafal syair
Tapi juga pejuang yang penuh semangat juang - Layang-layang terbang ke langit biru
Tali dipegang dengan hati-hati
Hari Santri jadi momen bersatu
Santri kuat negeri pun lestari - Ada lebah hinggap di bunga
Mengambil madu tak menyakiti
Santri belajar jaga agama
Dengan ilmu dan juga akhlaki - Duduk santai di bawah pohon jati
Sambil baca buku warisan ulama
Hari Santri penuh makna berarti
Teguhkan iman jaga agama dan bangsa - Beli durian di pasar Jombang
Naik becak menuju taman
Santri belajar dengan senang
Untuk negeri penuh harapan - Naik kapal ke Pulau Pari
Jalan-jalan sore berseri
Santri rajin setiap hari
Demi masa depan negeri ini - Pagi-pagi makan lontong
Sambil ngaji di pondok sana
Walau baju sering bolong
Ilmu dan adab tetap utama - Lihat kucing tidur melingkar
Dekat kompor biar hangat
Santri belajar tanpa gentar
Meski kadang perutnya melarat - Ada sapi di tengah ladang
Disangka kerbau oleh si Tika
Santri tidur kadang jarang
Karena hafalan menumpuk juga - Ada semangka besar dan segar
Dibelah pakai pisau besar
Santri itu pejuang sabar
Walau teman suka ngorok kasar - Beli peci di pasar legi
Dipasang miring biar keren
Santri bukan sekadar ngaji
Tapi juga cinta lingkungan - Ada kucing duduk manja
Di samping sendal santri yang bolong
Santri itu bukan gaya-gayaan
Yang penting adab bukan cuma songong - Naik delman ke pasar lama
Lewat jalan yang banyak debu
Santri jiwanya cinta agama
Walau kadang numpang Wi-Fi dulu - Bunga mawar merah menyala
Disiram air tiap sore
Santri wajah boleh biasa
Tapi hatinya luar biasa - Beli tahu sama si Edi
Tahunya amis langsung dibuang
Santri kalau ditanya jodoh
Jawabnya tunggu istikharah doang - Beli keripik di Tanah Abang
Dapat bonus satu bungkus
Santri jiwanya tenang-tenang
Tapi kalau main bola serius - Pergi ke pasar beli ketupat
Ketemu ustaz beli pepaya
Santri hidupnya hemat dan patpat
Tapi cita-cita luar biasa - Pergi ke pasar beli ketupat
Ketemu ustaz beli pepaya
Santri hidupnya hemat dan patpat
Tapi cita-cita luar biasa - Menanam padi di tengah ladang
Sambil berdzikir mengingat Tuhan
Santri kuat meski kadang lapar panjang
Karena iman tak dibeli makan - Ada semut membawa gula
Walau kecil tetap gigih
Santri itu tak suka cela
Walau kadang disindir nyinyir - Main layang di padang luas
Tali kusut disambung kembali
Santri kadang hidupnya keras
Tapi hatinya tetap lembut sekali - Mentari jatuh di ujung senja
Bunga menutup helaiannya satu
Santri tak kejar harta semata
Yang dicari ridha Tuhannya dulu - Di bawah langit penuh doa
Santri berdiri di sepertiga malam
Hari Santri bukan hanya seremonia
Tapi momen lahirnya cahaya dalam - Di pasar beli ikan teri
Sambil minum es kelapa
Santri berjuang setiap hari
Membangun negeri dengan cinta - Memasak beras menjadi nasi
Nasi pulen nikmat terasa
Dengan inovasi dan kreasi
Santri jadi pionir pembangunan bangsa - Beli baju warna hijau
Dipakai untuk ke sekolah
Santri berjuang tak kenal ragu
Bangun negeri dengan gagah - Beli sayur di pasar lama
Sambil bawa keranjang kayu
Santri belajar penuh makna
Membangun bangsa dengan ilmu - Makan nasi goreng habisnya cepat
Habis makan minum teh manis
Santri zaman now harus semangat
Jangan suka ngantuk di majelis - Beli sepatu warna merah
Dipakai jalan ke sekolah
Santri giat tanpa menyerah
Masa depan cerah penuh berkah - Ke bioskop nonton film laga
Sambil ngemil popcorn manis
Selamat Hari Santri gaes semua
Tetap berkarya biar makin eksis - Beli roti di warung Pak Mamat
Minum kopi di sore hari
Santri gigih penuh tekad
Bangun bangsa dengan prestasi - Burung terbang tinggi di awan
Mencari makan untuk anak-anaknya
Santri belajar tak kenal lelah
Demi agama dan nusa bangsa - Ke warung beli coklat batangan
Pulangnya mampir beli jus
Santri zaman now nggak ada lawan
Bikin masa depan makin serius - Ke pantai melihat ombak terbelah
Main pasir sambil bernyanyi
Santri tangguh tak pernah lelah
Membangun masa depan negeri - Pergi ke Medan naik bis
Sampai di sana dijemput Wak Haji
Santri zaman now gaul abis
Tapi tetap ingat jangan bolos ngaji - Ke warung beli kerupuk seblak
Pulangnya hujan basah semua
Santri itu bukan hidup enak
Tapi hatinya kaya akan makna - Ambil air pakai ember
Dipakai mandi pagi buta
Santri meski tidur sering teper
Bangun subuh tetap juara
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
Baca tanpa iklan