News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Santri Nasional

Gibran Peringati Hari Santri Nasional, Pelatihan AI Harus Dimanfaatkan di Ponpes

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARI SANTRI - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka turut memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh tepat Rabu (22/10/2025) hari ini. Gibran menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas ekosistem pendidikan santri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Maju. (Igman Ibrahim/Tribunnews)

Ringkasan Berita:

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka turut memperingati Hari Santri Nasional
  • Pemerintah berkomitmen dalam memperkuat kualitas ekosistem pendidikan santri
  • Salah satunya dengan penguatan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka turut memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh tepat Rabu (22/10/2025) hari ini.

Gibran menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas ekosistem pendidikan santri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Maju. 

Baca juga: Teks Amanat Apel Upacara Hari Santri 2025, Pidato Pesan Menteri Agama RI 22 Oktober 2025 Link PDF

"Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem pendidikan di lingkungan para santri," kata Gibran dalam video ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2025, Rabu (22/10/2025).

Komitmen ini kata dia, sejalan dengan Asta Cita ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama.

 

 

Beberapa upaya yang bisa dilakukan menurut Gibran, dengan penguatan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga beradaptasi terhadap kemajuan teknologi.

"Baik melalui perbaikan tata kelola pondok pesantren, penguatan ekonomi mandiri di pesantren, pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan adaptasi teknologi, maupun melalui berbagai program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Gibran.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Agama, saat ini terdapat lebih dari 42.000 pondok pesantren di seluruh Indonesia dengan jumlah santri mencapai 11 juta orang. 

Menurutnya, banyaknya jumlah santri di Indonesia tersebut menjadi potensi besar yang harus dikelola secara strategis.

Sebab kata putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu, pesantren harus mampu melahirkan generasi santri yang berdaya saing tinggi dan berperan aktif dalam kemajuan bangsa.

"Semoga santri Indonesia dapat terus meningkatkan kapasitasnya menjadi generasi penerus berdaya saing yang menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," ucapnya.

Mantan Walikota Solo tersebut juga turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam membangun bangsa melalui pendidikan santri.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Kiai, Nyai, Ustaz, Ustazah, seluruh santri, dan para alumni pesantren di tanah air atas kontribusinya selama ini dalam pembangunan bangsa," pungkasnya.

Tentang Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional adalah hari peringatan yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober di Indonesia.

Hari ini ditetapkan oleh pemerintah untuk menghormati peran besar santri dan kalangan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta kontribusinya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Tujuan peringatan Hari Santri Nasional adalah untuk mengenang kontribusi besar para santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Santri Nasional pertama kali diinisiasi oleh kalangan pesantren sebagai bentuk penghargaan atas jasa para santri terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui perayaan hari santri ini, masyarakat diajak untuk mengingat, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama serta santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

Gagasan Hari Santri Nasional lahir dari ratusan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, pada tahun 2014.

Saat itu, Joko Widodo yang masih menjadi calon presiden berkomitmen untuk mewujudkan usulan tersebut, bahkan menandatangani komitmen untuk menetapkannya pada 1 Muharram.

Namun kemudian, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai pilihan yang lebih tepat karena memiliki nilai sejarah yang kuat.

Tanggal tersebut di tahun 1945, KH Hasyim Asy'ari--seorang ulama besar sekaligus pahlawan nasional--mengeluarkan fatwa resolusi jihad sebagai bentuk seruan kepada umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan pasukan Sekutu.

Walaupun sempat menuai kontroversi, akhirnya pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015.

Sejak saat itu, peringatan Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada 22 Oktober.

Tiap tahunnya, hari santri dirayakan di berbagai wilayah dengan kegiatan seperti zikir, shalawat, doa bersama, dan bentuk-bentuk penghormatan lainnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini