News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dorong Ekonomi Kerakyatan, PP Kembangkan Aplikasi Digital

Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEMBANGKAN APLIKASI - Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila kini memasuki dunia digital dengan peluncuran aplikasi JAM di perayaan HUT ke-66 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila kini memasuki dunia digital dengan peluncuran aplikasi JAM, singkatan dari Just A Move, saat HUT ke-66 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

JAM dikembangkan sebagai plikasi buatan anak bangsa yang diklaim sebagai super app pertama yang lahir dari organisasi masyarakat. 

Tak sekadar ojek online, JAM dirancang menjadi platform serbaguna, menyediakan layanan transportasi, belanja, pembayaran, hingga pengiriman barang. Kata JAM diambil dari inisial pemrakarsanya, Ketua DPW Pemuda Pancasila Prov. Banten, Johan Aripin Muba.

"Aplikasi ini lahir dari semangat kemandirian teknologi dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Kami ingin masyarakat memiliki alternatif karya bangsa sendiri. Satu aplikasi untuk semua kebutuhan mobilitas," kata Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno.

Waroeng Pancasila, Jantung Ekonomi Rakyat

Pemuda Pancasila juga memperkenalkan program Waroeng Pancasila, hasil kolaborasi dengan 4.500 warung rakyat di Banten. Di sinilah JAM beroperasi pertama kali, menjadi sarana distribusi dan transaksi antara pengemudi, warung, dan konsumen.

“Waroeng Pancasila bukan sekadar tempat jualan. Ini titik temu ekonomi rakyat dengan semangat gotong royong," kata dia.

Japto mengatakan sebagai bagian dari ekosistem Pancasila digital—sebuah konsep besar yang menggabungkan nilai ideologi dengan teknologi.

Waroeng-waroeng itu kini menjadi simpul jaringan JAM. Para pemiliknya—dari Warung Madura sampai pedagang kaki lima—mendapat pelatihan digital, perangkat pembayaran, dan akses ke sistem logistik sederhana.

“Dengan JAM, warung kecil pun bisa bertransaksi seperti toko modern,” kata Johan Arifin.

Ide membentuk aplikasi ojek online ini muncul dari keresahan lama. Di banyak daerah, kader PP bekerja serabutan. Ada yang menjadi pengemudi ojek, ada pula pedagang kecil yang hidup dari hari ke hari.

Baca juga: Ahmad Ali: Mubes XI Momentum Kembalikan Ruh Perjuangan Pemuda Pancasila 

Ketika aplikasi transportasi daring tumbuh pesat, banyak dari mereka hanya menjadi pengguna — bukan pemilik atau pengelola.

"Selama ini kita hanya pakai aplikasi orang lain. Sekarang kita bikin sendiri," kata Johan. Pada acara tersebut turut hadir ribuan kader dari 36 majelis wilayah dan lebih dari 400 cabang hadir. 

 

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini