TRIBUNNEWS.COM, MOROWALI - Shoimdwi Ramadhan (19) tidak menyangka dirinya langsung mendapatkan beasiswa penuh dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) saat diterima di Politeknik Industri Logam Morowali.
Mahasiswa semester 3 ini awalnya mendaftar berbekal informasi dari kakaknya yang bekerja di IMIP.
"Dia memberikan saya informasi bahwa saya bisa belajar atau kuliah di sini yang nantinya bisa sekalian langsung bekerja di industri, contohnya di IMIP," kata Shoimdwi.
Begitu namanya diumumkan sebagai mahasiswa baru, Shoimdwi langsung memperoleh beasiswa penuh dari IMIP yang menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga semester 8.
Selain UKT, beasiswa juga menjamin tempat magang di IMIP bagi Shoimdwi. Hal ini membuat dia sangat bersyukur dan senang.
"Jujur kalau dari saya sendiri saya sangat excited dan merasa bersyukur sekali karena di universitas lain, di mana mahasiswanya mencari kerja atau magang untuk memenuhi SKS-nya itu sendiri, tapi kalau saya di sini itu sudah dicarikan," ujar Shoimdwi.
Beasiswa yang menanggung UKT ini menurutnya tidak hanya membantu di urusan akademik. Namun, kebutuhan hidup dia juga menjadi lebih ringan karena tak perlu lagi pusing memikirkan uang yang harus dikeluarkan untuk kuliah.
Shoimdwi pun berpesan kepada para calon mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali agar terus percaya diri dan tidak berhenti belajar.
"Kita harus tetap percaya diri dan juga jujur atas kemampuan yang kita bisa dan selalu optimis untuk menunjukkan kemampuan kita," katanya.
Baca juga: Tekan Emisi, IMIP Tanam Ratusan Ribu Mangrove di Bahodopi, Warga Lokal Ikut Dilibatkan
Tiga Jenis Beasiswa
Team Leader Pilar Pendidikan CSR IMIP, Dani Ardissa Almizar, menjelaskan ada tiga jenis beasiswa yang disediakan oleh IMIP
Pertama adalah Beasiswa Hilirisasi. Ini bisa diraih bagi mahasiswa aktif yang belajar di perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan PT IMIP.
Ada 23 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan IMIP. Daftar lengkapnya bisa dicek sini: https://imip.co.id/beasiswa-hilirisasi-imip/
Berikutnya adalah beasiswa sinergi. Ini diutamakan bagi mahasiswa yang berdomisili atau ber-KTP kecamatan Bahodopi yang menempuh kuliah di Makassar, Kendari, Jogja, dan Palu.
Ketiga adalah beasiswa Politeknik Industri Logam Morowali yang didapat oleh mahasiswa seperti Shoimdwi.
Dani menegaskan, penerima beasiswa diutamakan warga lokal, meski tetap melalui proses seleksi dan wawancara
"Ditanya bagaimana visinya ke depan dan bagaimana jika dia menerima beasiswanya. Ke depan dia punya cita-cita seperti apa. Kayak gitu biasanya. Ada proses wawancaranya," kata Dani.
Hingga saat ini, IMIP telah menyalurkan 386 beasiswa Hilirisasi dan 73 beasiswa Sinergi. Prospek kerja bagi penerima beasiswa ini sendiri juga sudah terjamin. PT IMIP akan merekomendasikan para lulusan bekerja di perusahaan mereka. Namun, tentunya harus ada seleksi lagi.
Jika memang nantinya ketika seleksi tidak lolos, lulusan tak perlu khawatir karena PT IMIP tak akan lepas tangan.
Mereka biasanya akan menawarkan ke tenant ataupun kontraktor yang berada di kawasan IMIP. PT IMIP bahkan juga bisa merekomendasikan ke perusahaan di luar Morowali. Terpenting, masih ada kaitanya dengan industri mereka.
Masa Depan Beasiswa
Dani tak menutup kemungkinan PT IMIP akan menambah jumlah penerima beasiswa di masa mendatang.
Hal itu atas dasar permintaan dari masyarakat yang menurut Dani sudah sangat banyak. Mereka menginginkan adanya penambahan penerima beasiswa.
Selain merespons keinginan masyarakat, penambahan jumlah penerima beasiswa ini tak lepas dari kebutuhan industri yang semakin meningkat.
Industri semakin membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Melalui program beasiswa inilah SDM itu bisa tercetak.
"Ada kemungkinan ini akan ditambah karena dari masyarakat dan kebutuhan industri juga semakin bertambah. Jadi SDM-SDM unggul itu juga diperlukan industri," kata Dani.
Baca juga: IMIP Bangun Budaya Aman Lewat Edukasi K3 dan Audit Rutin di Kawasan Industri
Baca tanpa iklan