Ringkasan Berita:
- Anak muda Indonesia menunjukkan potensi besar dalam inovasi hijau.
- Dalam Maju:On Hackathon 2025, tim Mycomarine dari UGM memenangkan kategori Student Track berkat kemasan ramah lingkungan berbahan miselium jamur.
- Material ini menjadi alternatif plastik sekali pakai, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari riset kampus. Inovasi ini memadukan sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan secara konkret.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tim Mycomarine dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan utama kategori Student Track dalam ajang Maju: On Hackathon 2025, berkat ide kemasan ramah lingkungan berbahan dasar miselium jamur.
Miselium adalah jaringan benang halus yang membentuk bagian vegetatif (tubuh utama) dari jamur yang sering tumbuh di bawah tanah atau di dalam substrat (media tumbuh) seperti kayu lapuk, tanah, atau bahan organik lainnya.
Dalam acara yang digelar di Jakarta belum lama ini, inovasi ini dinilai mampu menjawab isu global tentang limbah plastik sekaligus mendukung ekonomi hijau dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi lokal.
Sementara itu, di kategori Early-Stage Entrepreneur Track, tim Gisact keluar sebagai pemenang utama berkat pengembangan platform geospasial berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memetakan potensi energi terbarukan dan risiko lingkungan secara real-time.
Kompetisi ini menjadi puncak dari program Maju:On yang diadakan sebuah inisiatif pengembangan wirausaha muda di bidang lingkungan dan energi berkelanjutan.
Kedua tim pemenang dinilai unggul dalam aspek inovasi, kelayakan implementasi, serta dampak sosial yang dihasilkan. Penilaian dilakukan oleh perwakilan dari SK Innovation E&S selaku sponsor utama, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), serta sejumlah CEO startup lingkungan dan energi.
Acara ini diselenggarakan oleh UD Impact bekerja sama dengan SK Innovation E&S, dan diikuti oleh lebih dari 100 wirausahawan muda dari berbagai universitas dan startup di Indonesia.
CEO UD Impact, Kim Jeongheon, menegaskan bahwa hackathon ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda Indonesia.
“Hackathon kali ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah bagi para pemuda Indonesia untuk mengasah kemampuan kewirausahaan mereka dalam memecahkan masalah di pasar sesungguhnya,” ujar Kim.
Ia menambahkan, UD Impact akan terus memberikan dukungan bagi para inovator muda melalui program akselerasi dan koneksi investasi.
“Ke depannya, kami akan terus bekerja sama dengan mitra lokal untuk memperluas dampak program Maju:On di berbagai wilayah Indonesia,” tambahnya.
Program Maju:On melibatkan delapan universitas utama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Primakara University.
Baca juga: Ribuan Warga Bergerak Bersama di GBK, DPD RI Dorong Demokrasi Ramah Lingkungan
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Dr. Ir. Hariyanto, M.T., Direktur Perencanaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan startup muda dalam menjawab tantangan transisi energi nasional.
Baca tanpa iklan