News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IKPNI Dorong Penguatan Nilai Kepahlawanan di Era Modern

Penulis: Reza Deni
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUATAN NILAI KEPAHLAWANAN - Sejumlah warga berjiarah kemakam kerbatnya di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPU) Kalibata, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Banyak warga berjiarah pada Hari Pahlawan 10 November 2020. IKPNI memaknai Peringatan Hari Jadi ke-51 pada Sabtu (22/11/2025) lalu sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah dinamika sosial dan geopolitik yang terus berubah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) memaknai Peringatan Hari Jadi ke-51 pada Sabtu (22/11/2025) lalu sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah dinamika sosial dan geopolitik yang terus berubah.

IKPNI adalah sebuah organisasi yang menaungi keluarga para pahlawan nasional dengan tujuan menjaga silaturahmi, martabat, serta nilai-nilai perjuangan bangsa.

Baca juga: Kronologi Diskusi Tolak Soeharto Pahlawan Batal Digelar di Kampus UTA 45 Jakarta

Adapun peringatan Hari Jadi IKPNI tersebut digelar di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta.

Sebagai organisasi resmi keluarga pahlawan nasional, IKPNI memiliki akar historis kuat.

Baca juga: 3 Ulama Pesantren Jadi Pahlawan Nasional, HNW: Bukti Negara Akui Peran Pesantren

Didirikan pada 10 November 1974 oleh para istri pahlawan nasional—di antaranya Ibu Martadinata, Ibu Djuanda, Ibu Sjahrir, dan Ibu Wahid Hasyim—bersama Sekretaris Jenderal Departemen Sosial saat itu, Ibu Rusiah Sardjono, organisasi ini pada 21 November 1989, memperbarui diri dan nama menjadi Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI).

Usia ke-51, IKPNI mendorong peringatan hari jadi sebagai ruang mempertegas kembali nilai perjuangan para pendiri bangsa. Nilai keberanian, integritas, dan pengabdian dinilai semakin urgen di tengah tantangan modern seperti penetrasi teknologi, polarisasi sosial, hingga perubahan global yang cepat.

Ketua Panitia Harlah IKPNI ke-51, Seno Kasman Singodimedjo menyampaikan bahwa peringatan ini memiliki makna spiritual dan historis yang penting bagi keluarga besar pahlawan nasional.

“Peringatan Hari Lahir IKPNI ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita, khususnya para ahli waris pahlawan nasional, untuk menjaga nama baik pahlawan dan melestarikan nilai perjuangan yang telah diwariskan. Kami berharap generasi muda dapat meneladani semangat kejuangan tersebut dalam menghadapi tantangan zaman," kata Seno dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).

Cucu dari pahlawan nasional Kasman Singodimedjo itu juga menekankan bahwa kekuatan kebersamaan menjadi energi utama terselenggaranya acara tersebut.

“Acara ini terlaksana dari kita untuk kita, berkat kebersamaan dan hubungan emosional antar keluarga pahlawan nasional. Harapan kami, peringatan ini mempererat silaturahmi dan memperkuat tekad bersama dalam menjaga martabat bangsa," kata dia.

Bagi IKPNI, peringatan hari jadi bukan hanya agenda internal keluarga pahlawan nasional. Di baliknya, ada pesan kebangsaan yang hendak disampaikan kepada publik. 

"Kami ini memandang bahwa ketahanan karakter bangsa hanya dapat tumbuh jika masyarakat terus meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Martabat bangsa pun akan terjaga apabila spirit kejuangan itu dihidupkan dalam tindakan sehari-hari, mulai dari disiplin, kejujuran, hingga kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi," kata dia

Seno juga menilai bahwa semangat persatuan perlu terus dirawat di tengah keberagaman yang menjadi ciri Indonesia. 

Baca juga: Rahmah El Yunusiyyah Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Fahira Idris: Sosok Reformator Pendidikan Islam

Nilai-nilai ini, menurut dia, bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menatap masa depan.

"Pada akhirnya, Hari Jadi ke-51 IKPNI diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti di masa lalu," kata Seni.

"Perjuangan itu kini berpindah tangan kepada generasi sekarang untuk menjaga idealisme, merawat akal sehat publik, dan memastikan cita-cita para pendiri bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman," pungkas dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini