Ringkasan Berita:
- Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, mengklaim PSI sebagai satu-satunya partai politik yang tidak memiliki kader bermasalah hukum.
- Belakangan Ahmad Ali dituding membela Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi demi mencari perlindungan politik.
- Dugaan itu mencuat setelah penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumahnya.
- Ahmad Ali kemudian membandingkan posisinya dengan seorang sekjen partai yang mendapat amnesti dari presiden, meski tanpa menyebut nama ataupun partai terkait.
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, mengklaim PSI sebagai satu-satunya partai politik yang tidak memiliki kader bermasalah hukum.
Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Se-Sulawesi Utara di Manado Convention Centre, Kamis (27/11/2025).
"Setidak-tidaknya Partai PSI kan PSI bangga, satu-satunya partai yang sampai hari ini tidak ada kadernya yang pernah bermasalah secara hukum, betul tidak?" kata Ali, lalu dijawab "betul" oleh peserta Rakorwil.
Ali mengatakan, belakangan dirinya dituding membela Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi demi mencari perlindungan politik.
Dugaan itu mencuat setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumahnya.
"Ada orang bilang Ahmad Ali, Ketua Harian PSI berteriak lantang membela Pak Jokowi karena mencari perlindungan. Mencari perlindungan apa Ahmad Ali? Oh katanya rumahnya digeledah," ujar Ali.
Baca juga: PDIP Tanggapi Pernyataan Ahmad Ali soal Nenek-nenek hingga Singgung Berlindung dari Kasus di KPK
Ali kemudian membandingkan posisinya dengan seorang sekjen partai yang mendapat amnesti dari presiden, meski tanpa menyebut nama ataupun partai terkait.
Amnesti merupakan pengampunan atau penghapusan hukuman seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindak pidana.
Amnesti adalah hak prerogatif presiden atau hak istimewa yang dimiliki kepala negara mengenai hukum dan undang-undang di luar kekuatan badan-badan perwakilan.
"Oh ada sekretaris partai di sana di negara apa? Di Konoha, tersangka mencari perlindungan sama presiden dan dapet amnesti, ngaca dong," ujarnya.
Baca juga: Ahmad Ali Singgung Ada Nenek-nenek Masih Aktif di Parpol, PDIP: Beliau Masih Kuat, Nggak Penyakitan
Ali menambahkan bahwa sikapnya membela Jokowi bagian dari komitmennya sebagai Ketua Harian PSI sebagai partai yang menjadikan Jokowi sebagai patron.
"Kenapa? Karena kami mau, kita mau bahwa ke depannya dari rahim Partai Solidaritas Indonesia akan lahir Jokowi-Jokowi muda, akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia dari kampung-kampung yang tidak perlu berasal dari darah ningrat, keluarga yang memiliki partai politik dari keluarga kaya dan orang-orang yang kelas-kelas atas," tegasnya.
Baca tanpa iklan