Ringkasan Berita:
- Banjir bandang melanda tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
- Data Basarnas hingga pukul 10.00 WIB hari ini, Selasa (2/12/2025), 583 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia
- Sementara BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera menjadi 631 orang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Update data korban banjir Sumatera yang dipublikasikan Badan SAR Nasional (Basarnas) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kerap berbeda.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan alasannya.
Syafii menegaskan Basarnas bekerja berdasarkan prosedur baku dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, termasuk dalam pendataan korban.
Menurut Syafii, data yang dirilis Basarnas adalah data yang dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan langsung dengan hak-hak keluarga korban.
"Apa yang dilaksanakan Badan SAR Nasional tentunya menggunakan prosedur yang baku," kata Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Syafii menjelaskan BNPB berperan sebagai koordinator yang mengumpulkan laporan dari berbagai sumber.
Sehingga wajar jika terjadi perbedaan angka dengan temuan Basarnas di lapangan.
"Kita tidak tahu bahwa terkait dengan laporan yang ada di BNPB karena BNPB ini sebagai koordinator dari seluruh kekuatan. Bisa dari informasi dari Pemerintah Daerah, ada dari TNI, dari Polri," ucapnya.
Syafii mengatakan data Basarnas digunakan sebagai dasar penting, terutama terkait santunan dan pemenuhan hak keluarga korban.
"Namun yang dilakukan oleh Badan SAR Nasional sebenarnya akan dipertanggungjawabkan, karena itu hubungannya dengan santunan, dengan hak-haknya dari keluarga," tandansya.
Data terbaru Basarnas
Data Basarnas hingga pukul 10.00 WIB hari ini, Selasa (2/12/2025), total korban yang berhasil dievakuasi oleh Basarnas mencapai 35.682 orang.
Dari jumlah tersebut, 583 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara 553 orang lainnya masih dilaporkan dalam pencarian.
Syafii menjelaskan lonjakan data korban terjadi karena sejumlah wilayah terdampak baru dapat diakses, baik dari sisi infrastruktur maupun komunikasi.
Data BNPB soal Korban Banjir
BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 631 orang.
Jumlah korban jiwa di Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa.
Demikian data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang tertulis di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) pada Selasa (2/12/2025) hingga pukul 11.00 WIB.
Adapun rinciannya, sebanyak 173 orang meninggal dunia, korban hilang 204 jiwa dan korban luka 1.800 orang di Aceh.
Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumbar.
"Jumlah total korban terluka 2.600 orang, 472 jiwa hilang, dan 1 juta orang mengungsi," tertulis data di situs Pusdatin BNPB.
Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan bahwa setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 2.000 rumah rusak sedang, 3.500 unit rumah rusak ringan.
"Jembatan rusak 277 unit hingga 322 fasilitas pendidikan rusak," jelas data tersebut.
Baca tanpa iklan