TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak Bupati Aceh Selatan Mirwan MS untuk segera kembali ke Tanah Air.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan mengatakan Mendagri Tito Karnavian telah menghubungi langsung Mirwan MS.
Mirwan diperintahkan untuk segera kembali ke Indonesia, Minggu (7/8/2025).
"Bapak Mendagri sudah telepon langsung, yang bersangkutan mengaku tidak ada izin Gubernur maupun Mendagri untuk umrah dan akan segera pulang besok,” kata Benni dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Benni menegaskan, dalam situasi bencana yang masih menyisakan kerusakan dan berbagai keterbatasan, kehadiran kepala daerah sangat penting untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan cepat.
Baca juga: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Bakal Langsung Diperiksa Kemendagri Setelah Pulang Umrah
Sementara itu, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri sudah bergerak menuju Aceh untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan setibanya di Tanah Air.
Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur, kewenangan, dan ketentuan hukum dipatuhi.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya menolak permohonan izin perjalanan luar negeri yang diajukan Bupati Mirwan MS.
Baca juga: Kekayaan Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Disentil Komisi II DPR Pergi Umrah, Capai Rp25,9 M
Penolakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 100.1.4.2/18413 tertanggal 28 November 2025.
Permohonan itu ditolak karena Aceh sedang berada dalam status tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Termasuk Kabupaten Aceh Selatan yang telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor berdasarkan keputusan Mirwan.
Sosok Mirwan MS
Mirwan merupakan pria kelahiran 9 Maret 1975.
Ia menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan periode 2025–2030 sejak 17 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Aceh Selatan 2024.
Saat itu, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan berpasangan dengan politikus Partai Demokrat, Baital Mukadis. Mereka meraih 51.609 suara atau 36,32 persen dari total suara sah.
Ia pun diketahui menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Selatan.
Buntut umrah saat wilayahnya sedang ditimpa bencana, Mirwan MS pun dicopot dari jabatan Ketua DPC Partai Gerindra.
Baca tanpa iklan