News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggal 7 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatannya

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KALENDER 7 DESEMBER - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Minggu (7/12/2025). Setiap tanggal 7 Desember 2025, dunia memperingati 3 peringatan penting dengan berbagai tema.

Ringkasan Berita:

  • Terdapat 3 peringatan penting yang diperingati pada tanggal 7 Desember 2025.
  • Tanggal 7 Desember dipenuhi beragam peringatan yang menyoroti peran perempuan, pentingnya penerbangan sipil, dan pelestarian seni menulis surat.
  • Pada tanggal 7 Desember 2025 memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan, Hari Penerbangan Sipil Internasional dan Hari Menulis Surat Nasional.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 7 Desember, dunia memperingati sejumlah peringatan penting yang merefleksikan perjalanan sejarah, kemajuan peradaban, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Beragam tema hadir pada tanggal ini, mulai dari apresiasi terhadap peran perempuan dalam pembangunan bangsa, pengakuan global atas pentingnya penerbangan sipil, hingga upaya menghidupkan kembali seni komunikasi klasik melalui tulisan tangan.

Hari ini menjadi momentum istimewa bagi Indonesia lewat peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan, sebuah organisasi perempuan yang telah berperan besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan memberdayakan istri Aparatur Sipil Negara selama puluhan tahun.

Di tingkat internasional, masyarakat dunia turut memperingati International Civil Aviation Day, momen yang menegaskan betapa peran penerbangan sipil telah membuka batas antarnegara, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menghadirkan konektivitas global yang semakin maju dan aman.

Tak ketinggalan, tanggal ini juga diperingati sebagai National Letter Writing Day, hari yang mengajak kita kembali meresapi keindahan menulis surat sebagai bentuk komunikasi yang lebih personal, penuh perhatian, dan sarat makna di tengah derasnya arus digitalisasi.

3 Peringatan Penting pada Tanggal 7 Desember 2025

1. HUT Dharma Wanita Persatuan

Pada tanggal 7 Desember 2025, Dharma Wanita Persatuan memperingati HUT ke-26.

Dengan tema 'Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045', peringatan tahun ini mengajak seluruh perempuan Indonesia khususnya anggota DWP untuk memperkuat kontribusi dalam mencetak generasi masa depan. 

Pendidikan anak bangsa dipandang sebagai investasi utama menuju Indonesia Emas 2045, di mana karakter, intelektualitas, dan moral generasi muda menjadi faktor penentu kejayaan bangsa.

Sementara itu, sejarah berdirinya Dharma Wanita Persatuan yaitu ketika para istri Pegawai Republik Indonesia dihimpun dalam sebuah wadah bernama Dharma Wanita.

Baca juga: Tanggal Merah Kalender 2026, Ada 9 Long Weekend Cocok untuk Libur Panjang

Organisasi ini digagas oleh Amir Machmud selaku Ketua Dewan Pembina KORPRI, atas dukungan Ibu Tien Soeharto, dan beranggotakan istri PNS, anggota ABRI yang ditugaskan di instansi sipil, serta pegawai BUMN, dikutip dari https://dwpkepsul.kepulauansulakab.go.id/.

Masuk ke Era Reformasi tahun 1998, organisasi ini melakukan pembenahan besar. 

Dharma Wanita melepaskan keterikatannya pada kepentingan politik dan bertransformasi menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang lebih mandiri, netral, dan demokratis.

Perubahan itu semakin kuat pada 1999, ketika nama organisasi resmi menjadi Dharma Wanita Persatuan, sejalan dengan semangat Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. 

Pada Munaslub 6–7 Desember 1999, Anggaran Dasar baru disahkan dan Ny. Dr. Nila F. Moeloek dipilih sebagai Ketua Umum pertama DWP. 

Pada forum ini pula ditegaskan arah baru organisasi: fokus pada bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya; bersifat nonpolitik; serta menerapkan sistem pemilihan yang demokratis.

Kini, sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia, DWP memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. 

Ruang geraknya juga diperkuat oleh UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang mengatur kewajiban ormas dalam menjaga persatuan bangsa, memelihara nilai-nilai luhur, dan berkontribusi bagi tujuan negara, serta menetapkan sumber pendanaan yang sah bagi keberlangsungan organisasi.

2. International Civil Aviation Day (Hari Penerbangan Sipil Internasional)

Perjalanan sejarah Hari Penerbangan Sipil Internasional dimulai pada 1944, ketika 54 negara berkumpul di Chicago untuk merumuskan aturan dasar penerbangan sipil dunia, dikutip dari National Day.

Pertemuan besar ini menghasilkan Konvensi Chicago, sebuah dokumen penting yang mengatur tata kelola penerbangan internasional. 

Dari konvensi tersebut lahirlah lembaga khusus, yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO), yang bertugas mengawasi standar keselamatan, koordinasi rute udara, dan kerja sama antarnegara dalam bidang aviasi.

Memasuki tahun 1994, ICAO mencapai usia emasnya yang ke-50. Untuk menandai setengah abad kontribusi di sektor penerbangan, ICAO menetapkan bahwa 7 Desember diperingati sebagai International Civil Aviation Day. 

Peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai peran besar penerbangan sipil dalam memajukan dunia, mulai dari mobilitas manusia, perdagangan internasional, hingga pertumbuhan ekonomi.

Dua tahun setelahnya, yaitu pada 1996, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi khusus yang secara resmi menetapkan 7 Desember sebagai Hari Penerbangan Sipil Internasional. 

Sejak saat itu, tanggal ini diperingati oleh seluruh negara anggota PBB sebagai momentum untuk menyoroti pentingnya penerbangan sipil yang aman, terhubung, dan berkelanjutan.

3. National Letter Writing Day (Hari Menulis Surat Nasional)

Tradisi menulis surat memiliki akar panjang dalam sejarah, terutama di Eropa pada abad ke-18 hingga 19, ketika surat menjadi sarana komunikasi utama yang mencerminkan kehalusan bahasa dan etika berkorespondensi, dikutip dari daysoftheyear.com.

Pada masa itu, kebiasaan menulis surat berkembang pesat dan dianggap sebagai keterampilan penting dalam kehidupan sosial.

Kebiasaan ini kemudian menyebar ke Amerika Serikat, terlebih setelah Kongres Kontinental mendirikan layanan pos nasional pada tahun 1775. 

Kehadiran sistem pos yang teratur membuat surat menjadi medium komunikasi yang dapat diandalkan, baik untuk urusan pribadi maupun kepentingan negara.

Namun, memasuki era digital, kebiasaan menulis surat menurun drastis akibat kemunculan email, pesan instan, dan media sosial. 

Meski demikian, banyak komunitas literasi dan pecinta seni korespondensi berupaya menghidupkan kembali tradisi ini. 

Dari sinilah muncul gagasan untuk menetapkan Hari Menulis Surat Nasional, sebuah momen yang mengajak publik kembali menghargai nilai emosional, kehangatan, dan keintiman dari tulisan tangan.

Peringatan ini tidak hanya merayakan seni menulis surat, tetapi juga mengajak kita meluangkan waktu untuk menyampaikan pesan dengan lebih sadar, penuh perhatian, dan bermakna, sesuatu yang kerap hilang dalam komunikasi serba cepat masa kini. 

Hari ini menjadi ajakan untuk kembali terhubung melalui tulisan, sebuah cara klasik yang tetap relevan di tengah dunia yang terus berubah.

(Tribunnews.com/Farra)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini