News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Komisi V DPR Minta Pemerintah Pusat Tak Perlu Malu Minta Bantuan Tangani Banjir Sumatera

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma

Dengan begitu, Sugiono menegaskan hingga hari ini pemerintah belum membuka donasi atau permohonan bantuan apapun dari negara sahabat.

"Saat ini kita belum membuka," kata Sugiono.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra tersebut menyatakan, ada beberapa negara yang menaruh simpati terhadap bencana banjir bandang di Sumatra.

Bahkan, sebagian dari negara sahabat juga menawarkan bantuan apabila memang di kemudahan hari dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia.

"Kita juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kita yakin kita bisa mengatasi masalah ini," tandas dia.

Dampak banjir Sumatera

Tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.

Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera.

Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 147 ribu rumah rusak dan 52 kabupaten/kota terdampak.

BNPB mencatat korban tewas paling banyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total 172 jiwa.

Sementara itu, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 304 ribu orang.

Jumlah korban tewas, hilang, dan pengungsi diperkirakan masih bertambah seiring proses evakuasi serta pembersihan material banjir bandang dan longsor.

Sejumlah ruas jalan  masih terputus, sementara aliran listrik dan komunikasi belum sepenuhnya normal.

Rumah ibadah, sekolah dan sejumlah kampus perguruan  tinggi juga terdampak.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini