Ringkasan Berita:
- Hingga Rabu sore, 11.200 rumah rusak di wilayah terdampak banjir di Sumatera.
- Bencana itu juga menyebabkan 340 jiwa meninggal dan 128 jiwa hilang di Sumut.
- Selain itu banyak infrastruktur lainnya juga hancur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara menyebabkan dampak yang signifikan. Lebih dari setengah wilayah atau sebanyak 18 kabupaten atau kota terdampak bencana tersebut.
Hingga Rabu sore 10 November 2025, setidaknya 11.200 rumah rusak di wilayah terdampak. Selain itu banyak infrastruktur lainnya juga hancur.
Baca juga: Penyaluran Bantuan Korban Banjir Aceh Lewat Kapal dan Getek, Iptu Adrianus: Akses Masih Terisolasi
"Kerusakan infrastruktur publik juga meluas ke banyak kabupaten di Sumatera Utara. Tercatat 60 Fasilitas Pendidikan, termasuk 121 jembatan rusak. Sebanyak 80 fasilitas umum, sembilan rumah Ibadah, dan satu fasilitas kesehatan rusak," ujar Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (10/12/2025) malam.
Data terbaru, bencana yang terjadi akhir November lalu juga lalu menyebabkan 340 jiwa meninggal dan 128 jiwa hilang di Sumut.
"Selain itu 651 jiwa terluka," katanya.
Bencana juga menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di Sumut.
Saat ini upaya penanganan pengungsi difokuskan pada kabupaten dengan jumlah warga mengungsi terbanyak.
Pengungsi di Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai 18,3 ribu jiwa mengungsi, diikuti oleh Kabupaten Langkat 15,2 ribu jiwa , Kabupaten Tapanuli Selatan 7 ribu jiwa, Kabupaten Humbang Hasundutan 2,2 ribu dan Kota Sibolga 2,1 ribu jiwa.
"Pemerintah daerah di setiap kabupaten bersama BNPB dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penyaluran bantuan yang efektif dan mempercepat proses rehabilitasi pasca-bencana," pungkasnya.
Baca tanpa iklan