News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BMKG Umumkan Bibit Siklon 93S Menguat, Warga yang Hendak Liburan Diimbau Berhati-hati

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN CUACA EKSTREM – Grafis peta menunjukkan potensi cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang akibat meningkatnya aktivitas Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S di sekitar wilayah Indonesia, Jumat (12/12/2025). BMKG memperingatkan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dalam 24 jam ke depan.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae merespons soal BMKG yang mengumumkan bibit siklon 93S di Samudera Hindia dan berpotensi hujan lebat mengguyur beberapa wilayah selama sepekan ke depan.

Ridwan pun mengimbau warga untuk selalu waspada.

Baca juga: Korban Banjir Kibarkan Bendera Putih, Guru Besar USK Aceh: saat Tsunami 2004 Negara Hadir Penuh

"Kita antisipasi dengan pikiran yang cerdas. Walau kita sadar bahwa setiap akhir tahun adalah tempat (momen) berkumpul keluarga, tapi kalau tidak penting-penting amat (bisa) melalui video call untuk mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru," ujar Ridwan Bae kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Jika masyarakat tetap ingin berangkat liburan atau mudik, Ridwan mengingatkan untuk tetap berhati-hati.

"Kalau tidak terlalu penting sebaiknya berdiam diri di rumah saja, atau lebih banyak tinggal di rumah saja dulu, jangan meninggalkan tempat," pungkas Legislator Golkar itu.

 

 

Bibit Siklon 93S

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto adanya siklon Bakung serta bibit siklon 93S dan 95S yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di sejumlah wilayah Indonesia. 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan pemantauan dilakukan secara intensif karena dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan curah hujan dan gelombang tinggi.

"Tadi saya memaparkan bahwa di Indonesia ada 3 pergerakan yang kita pantau. Yang pertama yaitu siklon Bakung yang ada di barat daya Lampung. Kemudian ada bibit siklon 93S yang ada di selatan Bali–Nusa Tenggara. Kemudian satu lagi yang baru muncul yaitu 95S yang ada di perairan selatan Papua," kata Teuku Faisal saat ditemui usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025) malam.

Siklon Bakung merupakan badai tropis yang terbentuk dari sistem tekanan rendah di atas laut hangat, disertai angin kencang berputar, hujan lebat dan gelombang laut tinggi.

Ia menjelaskan, keberadaan sistem tersebut dapat meningkatkan potensi hujan lebat dan kondisi laut.

"Jadi karena ada kondisi siklon ini tentunya akan meningkatkan curah hujan dan juga berpotensi meningkatkan juga gelombang tinggi di perairan sekitar," ujarnya.

BMKG menyebut wilayah yang perlu diwaspadai mencakup:

  • Bengkulu
  • Lampung
  • seluruh Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua bagian selatan

"Jadi yang perlu kita waspadai nanti adalah Bengkulu, Lampung, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Papua bagian selatan," ucapnya.

Teuku Faisal menambahkan, BMKG melakukan koordinasi rutin dengan negara-negara sekitar dalam pemantauan siklon.

"Nanti kita pantau terus karena tiap 6 jam kita berkordinasi terus dengan negara-negara sekitar yang juga memantau. Karena kita sama-sama anggota WFO sehingga penanganan siklon ini tidak lokal, tapi dia secara regional, bahkan secara internasional," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini