News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Menko PMK: Tak Ada Libur, Semua Terus Bekerja Demi Masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENCANA SUMATERA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Banda Aceh melalui sambungan video yang disiarkan langsung di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Kamis (25/12/2025).

Ringkasan Berita:

  • Fokus pemerintah adalah percepatan pemulihan, keselamatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera
  • Pratikno bersyukur berkat gotong-royong pemerintah dan segenap pihak yang terlibat, 12 dari total 52 kabupaten/kota di tiga provinsi sudah masuk fase pemulihan
  • Pratikno menyatakan sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali di Aceh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Ia mengatakan fokus pemerintah adalah percepatan pemulihan, keselamatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut.

Pratikno mengatakan saat ini dirinya bersama Kepala BNPB, serta jajaran pemerintah daerah tengah berada di Aceh untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.

"Kami hadir untuk memastikan percepatan langkah tanggap darurat dan langkah pemulihan tetap dijalankan, tetap dilaksanakan menjelang pergantian tahun ini," ujar Pratikno melalui sambungan video yang disiarkan langsung di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Kamis (25/12/2025).

"Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi masyarakat, menolong masyarakat yang terdampak bencana," imbuhnya.

Baca juga: Menko PMK Pratikno Pastikan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra Dibangun Sepenuhnya oleh Pemerintah

Pratikno bersyukur berkat gotong-royong pemerintah dan segenap pihak yang terlibat, 12 dari total 52 kabupaten/kota di tiga provinsi sudah masuk fase pemulihan.

Namun demikian, lanjut dia, masih ada 11 Kabupaten di Provinsi Aceh yang akan memperpanjang status tanggap darurat.

"Tapi saat ini masih dibahas. Semua ini dilakukan untuk memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan oleh warga bisa terlaksana dengan maksimal, dan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase pemulihan," kata dia.

Baca juga: Pratikno: Jaminan Dana dan Logistik Nasional Tersedia Penuh untuk Penanggulangan Bencana Sumatera

Pratikno juga memaparkan kondisi terkait enam aspek vital bagi kehidupan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Enam aspek itu adalah terkait hunian, akses transportasi, layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, hutan dan lingkungan, serta layanan pendidikan.

Terkait hunian, ia mengatakan pembangunan hunian sementara (huntara) sudah berjalan di 6 Kabupaten/Kota di Sumbar, di 3 Kabupaten/Kota di Sumut dan di 1 kabupaten di Aceh.

Sementara pembangunan huntara di Kabupaten/Kota lain dalam proses persiapan dan percepatan.

Di saat yang sama, kata dia, persiapan pembangunan hunian tetap (huntap).

Terkait akses transportasi, Pratikno mengatakan secara keseluruhan sebanyak 72 ruas dari 81 ruas jalan nasional yang terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah kembali berfungsi.

Namun, kata dia, 9 ruas lainnya masih dalam proses percepatan penanganan.

Terkait pemulihan layanan kesehatan dasar, dia menjelaskan seluruh rumah sakit pemerintah sudah beroperasi dan hanya sebagian kecil yang masih belum beroperasi maksimal.

Selain itu, kata dia, ratusan Puskesmas juga telah aktif kembali dan terus ditingkatkan layanannya.

Terkait distribusi bantuan, ia menyatakan stok logistik memadai dan berlimpah di beberapa titik utama serta akan terus diupayakan untuk menjangkau di seluruh desa yang terisolir baik didistribusikan melalui jalur darat maupun jalur udara.

Terkait hutan dan lingkungan hidup, kata dia, Menteri Kehutanan telah mencabut izin pemanfaatan lahan dalam skala besar termasuk jutaan hektar izin perkebunan sawit dan izin pemanfaatan kayu hasil hutan.

Kemudian, lanjutnya, Menteri Lingkungan Hidup juga telah menyegel aktivitas lima perusahaan tambang besar yang dianggap berisiko memicu kerusakan lingkungan.

Terkait layanan pendidikan, Pratikno menyatakan sekitar 65% sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali di Aceh.

Selain itu, tingkat kesiapan operasionalitas sekolah di Sumbar dan Sumut sudah mendekati 90%.

"Kepada Bapak, Ibu warga Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kami terus berdoa semoga Bapak, Ibu dalam keadaan sehat, kuat menghadapi cobaan ini. Pemerintah bekerja keras luar biasa membantu Bapak, Ibu semuanya," pungkasnya.

Dampak

Hingga Kamis (25/12/2025) pukul 18.48 WIB tercatat sebanyak 1.135 jiwa meninggal dunia, 173 jiwa hilang, dan 489.600 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut berdasarkan data rekapitulasi bencana di laman resmi BNPB.

Selain itu, sebanyak 157.838 rumah, 1.900 fasilitas umum, 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 291 gedung atau kantor, dan 734 jembatan yang tersebar di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak tersebut mengalami kerusakan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini