News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Prabowo soal Bantuan Asing: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANTUAN ASING - Presiden Prabowo Subianto saat tinjau pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/2026) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bodoh sekali kalau bantuan asing ditolak.

Ringkasan Berita:

  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak menolak bantuan asing untuk korban bencana Sumatra karena bantuan kemanusiaan tidak pantas ditolak.
  • Meski menerima bantuan, Prabowo menekankan Indonesia tetap mampu menangani bencana sendiri dan telah menggelontorkan dana sekitar Rp60 triliun.
  • Pemerintah pusat menambah anggaran daerah dan mengapresiasi dukungan internasional sambil mengandalkan peran TNI, Polri, BNPB, dan relawan di lapangan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan komentarnya terkait bantuan asing untuk para korban banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra.

Ia menegaskan Pemerintah Indonesia tidak menolak.

Bahkan menurutnya, bodoh sekali jika bantuan tersebut ditolak.

Hal ini ia sampaikan saat tinjau pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/2026) kemarin.

"Dan juga tolong jangan diartikan kita sombong tidak mau menerima bantuan. Silahkan kalau yang saya katakan itu, ini kan masalah kemanusiaan."

"Kalau siapapun yang mau bantu, masa kita tolak. Bodoh sekali kalau kita tolak," katanya, dikutip dari kanal YouTube kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, Prabowo memberikan catatan terkait bantuan asing.

Saat menerima bantuan, bukan berarti negara Indonesia tidak mampu menangani bencana di Sumatra.

Prabowo juga melaporkan hingga kini sudah sebanyak Rp60 triliun digelontorkan.

"Tapi, kita masalahnya adalah sebagai pemerintah. Kita tidak mau mengatakan kita tidak mampu, karena kita benar-benar mampu."

"Kita tidak memberi isyarat bahwa kita tidak mampu, tapi kita juga manusia kalau ada yang mau membantu ya kita terima dengan baik."

"Kita salurkan langsung. Yang mau bantu ke Aceh monggo. Mau bantu ke Sumbar, mau bantu ke Sumut silahkan. Nanti kita fasilitasi menteri-menteri, kepala badan (ikut membantu menyalurkan)," urai Prabowo.

Baca juga: Prabowo Kini Nyatakan Terima Bantuan untuk Bencana Sumatra, Jusuf Kalla: Kalau Ada yang Beri, Terima

Prabowo dalam kesempatannya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak non pemerintah yang sudah memberikan bantuan.

Misalnya ada perusahan yang mengirim 200.000 pieces ke korban bencana.

"Kita terima kasih langsung disalurkan," tegasnya.

Prabowo Dapat Telepon Pemimpin Negara Lain

Pada Desember 2025 lalu, Prabowo mengaku mendapatkan telepon dari berbagai pemimpin negara sahabat.

Mereka berlomba-lomba menawarkan bantuan.

Namun, Prabowo menolak bantuan itu dan menyatakan pemerintah Indonesia mampu mengatasi sendiri.

"Sehingga saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara lain ingin kirim bantuan, saya bilang, 'Terima kasih concern (perhatian) Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini'," ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono.

Ia menyebut, Indonesia masih mampu melakukan penanganan bencana Sumatra secara mandiri sehingga bantuan dari negara asing masih belum diperlukan.

"Pak Presiden tidak pernah menyampaikan bahwa 'oh kita tidak usah terima bantuan asing karena kita ego atau kita pride', itu tidak. Ini lebih kepada pemerintah yakin bahwa kita ini masih mampu (tangani bencana Sumatra)," tegasnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (12/12/2025.

Timothy mengakui, memang sejumlah pemerintah daerah sempat menyatakan bahwa anggaran mereka sudah habis.

Baca juga: Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh, BSN Hadir Dukung Pembiayaan Syariah 

Namun, kata Timothy, pemerintah sudah mengatasi hal tersebut dengan menambah anggaran untuk pemerintah daerah, kabupaten, kota, hingga provinsi.

"Pak Mendagri (Tito Karnavian) pada waktu rapat terbatas (di Aceh) menyampaikan usulan tambahan anggaran Rp2 miliar per kabupaten kota dan juga untuk provinsi juga ditambahkan, lalu Pak Presiden sudah memutuskan bahwa untuk kabupaten kota itu diberi tambahan Rp4 miliar masing-masing daerah begitu."

"Untuk provinsi diberi tambahan Rp20 miliar tiap provinsi. Itu gunanya apa? Supaya pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten kota bisa melakukan percepatan penanganan korban begitu," papar Timothy.

Timothy pun mengatakan, pemerintah Indonesia tentunya sangat menghargai dan mengapresiasi dukungan dari internasional, baik yang menyampaikan keprihatinan maupun menawarkan bantuan.

"Tetapi balik lagi pemerintah masih merasa bahwa kita masih sanggup dan kita terus berupaya, Pak Presiden juga terus berkomitmen melakukan percepatan ya," tegasnya.

"Kita ini punya pahlawan-pahlawan di lapangan, kita punya TNI, Poli, kita punya BNPB, kita punya Basarnas, kita juga punya pahlawan kesehatan, kita juga punya pahlawan kelistrikan," tandas Timothy.

(Tribunnews.com/Endra/Rifqah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini