Ringkasan Berita:
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal mencapai 1.167 orang per Sabtu (3/1/2026).
- Sementara itu, jumlah pengungsi dilaporkan menurun.
- BNPB memastikan, upaya perbaikan infrastruktur dan pembersihan kawasan terdampak di Sumatra terus dilakukan.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis perkembangan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Sejak bencana melanda Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh pada akhir November 2025 lalu, kini BNPB mencatat jumlah korban meninggal mencapai 1.167 orang per Sabtu (3/1/2026).
Jumlah tersebut, bertambah 10 korban dibandingkan hari sebelumnya.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, jumlah korban hilang sebanyak 165 orang.
“Hari ini, ada penambahan korban meninggal dunia dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Total korban jiwa meninggal dunia per hari ini menjadi 1.167 jiwa,” katanya, dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu (4/1/2026).
Sementara itu, jumlah pengungsi dilaporkan menurun signifikan.
“Jumlah saudara kita yang masih pengungsi korban bencana di Sumatra berkurang signifikan di titik-titik pengungsian. Total saat ini, pengungsi berjumlah 257.780 jiwa," imbuhnya.
Penurunan terjadi setelah rekapitulasi dan penghitungan ulang di seluruh titik pengungsian.
"Ini menunjukkan bahwa di samping progres pembersihan kawasan yang saat ini dilakukan secara sangat intensif, juga aparat gabungan semua entitas di kawasan terdampak mulai membersihkan kawasan pemukiman yang terdampak sedang-ringan,” jelas Abdul Muhari.
Baca juga: Jelang Masuk Sekolah, Masjid Disiapkan Jadi Ruangan Darurat Madrasah yang Terdampak Banjir Sumatera
Pembangunan Infrastruktur
Lebih lanjut, Abdul Muhari memastikan, upaya penanganan darurat akan terus dilakukan secara terpadu.
Perbaikan infrastruktur dan pembersihan kawasan terdampak di Sumatra pun dilakukan. Mulai dari perbaikan akses jalan, jembatan, dan pembersihan kawasan. Termasuk di lingkungan pondok pesantren.
Proses Belajar Mengajar
Selain itu, proses belajar mengajar bagi siswa terdampak banjir akan dimulai pada semester genap.
“Karena tanggal 5 (Januari 2026) hari Senin, ini adalah hari pertama proses belajar-mengajar akan kembali dimulai pada semester genap,” ucap Abdul Muhari.
Terkait dimulainya KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) ini, sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Abdul Mu'ti dijadwalkan memimpin pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak.
Oleh sebab itu, Abdul Muhari mengatakan, upaya pembersihan kawasan terus dilakukan.
"Beberapa titik sudah bersih da ini terus dikebut proses pembersihan baik sekolah umum maupun madrasah," ungkap Aam, panggilan akrabnya.
Baca juga: BNPB Pastikan Akses Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumatra Pulih 100 Persen
Layanan Kesehatan
BNPB juga memastikan, layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak bencana.
Aam menyebut, seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah terdampak kembali beroperasi.
“Tetapi perpanjangan dari RSUD ini, puskesmas-puskesmas masih ada yang beroperasi terbatas, masih dalam proses pembersihan dan seterusnya,” lanjutnya.
Sehingga, titik titik pelayanan yang diharapkan bisa menjangkau masyarakat dijalankan melalui tenda dan lainnya.
Pemenuhan Air Bersih
Dalam kesempatan tersebut, Aam menjelaskan, pemenuhan sumber air bersih terus dilakukan di beberapa titik. Tidak hanya di aceh, namun juga Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
"Selain dengan sumur bor juga dengan distribusi air bersih menggunakan mobil penjernih air dari TNI AD, BNPB, BRIN, dan relawan, ini semua kita optimalkan agar titik yang jaringan PDAM belum optimal 100 persen, kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuh," tutur Aam.
Pembangunan Huntara
Disampaikan Aam, saat ini rumah hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun sebanyak 106 unit.
Menurutnya, ada dua skema pembangunan skema. Satu di antaranya pembangunan huntara dalam satu kawasan terpadu yang dikerjakan bersama TNI, Polri, Danantara hingga pemerintah.
"Ada beberapa skema, ada yang satu komplek kawasan (sedang disiapkan), bersama Danantara, TNI, Polri, masyarakat, ada juga yang in-Situ."
In-Situ, maksudnya sebagian besar dibangun warga pemilik sendiri dengan kriteria sama seperti yang dibangun dengan pemerintah pusat.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan huntara di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, rampung awal Januari 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, Huntara dibangun agar masyarakat terdampak bencana banjir dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
"Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Dody dalam keterangan pers, Kamis (1/1/2026).
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh
Kemarin, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pembangunan Huntara, untuk memastikan pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025. Dalam waktu kurang dari dua minggu telah menunjukkan percepatan yang signifikan.
Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026, yang kemudian akan diberikan kepada warga terdampak bencana.
Selanjutnya, pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat: struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Pembangunannya juga mengadaptasi kebutuhan sosial agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Presiden Prabowo menegaskan, tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ucap Presiden.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Sanusi, Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Baca tanpa iklan