TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025), untuk mengevaluasi program kerja setiap kementerian setelah satu tahun pemerintahan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan.
Retret ini merupakan kelanjutan tradisi evaluasi kabinet yang dimulai di Magelang pada 2024.
Menteri Hadir Seragam Coklat
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih berdatangan ke kediaman pribadi Presiden Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang. Pantauan di lokasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono termasuk yang hadir lebih awal.
Para menteri tiba hampir bersamaan menggunakan mobil dinas dengan pengawalan patwal. Mereka mengenakan pakaian safari coklat lengan panjang, seragam yang menjadi dresscode retret.
Kedatangan rombongan membuat gerbang utama padepokan sempat padat, sehingga aparat berseragam harus mengatur lalu lintas dan hanya memperbolehkan kendaraan menteri masuk ke dalam kompleks.
Evaluasi Menyeluruh
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan retret ini bersifat menyeluruh.
“Jadi pada hari ini, Selasa tanggal 6 Januari 2026, Bapak Presiden mengundang seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk mengikuti pengarahan dari beliau yang diberi judulnya retreat,” kata Prasetyo di depan gerbang kediaman Prabowo.
Ia menambahkan, retret digelar untuk memberikan arahan sekaligus melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan.
“Dan tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka,” jelasnya.
Baca juga: Prabowo Jawab Isu MBG Dikaitkan Pilpres 2029: Kalau Rakyat Pilih, Apa Salah Saya?
Program Unggulan
Salah satu program yang masuk agenda pembahasan di Hambalang adalah swasembada pangan. Pemerintah menyebut capaian ini berhasil diwujudkan dalam satu tahun pemerintahan.
“Yang artinya swasembada pangan ini adalah untuk pertama kalinya kita tidak mengimpor beras di tahun 2025. Dan kita berharap hal ini juga tentunya bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan terjadi peningkatan dari sisi swasembada pangan,” pungkas Prasetyo.
Tradisi Retret Sejak Magelang
Retret jilid dua di Hambalang ini melanjutkan tradisi yang dimulai pada retret perdana Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, 25–27 Oktober 2024. Saat itu, seluruh menteri mengikuti kegiatan bernuansa militer, seperti baris-berbaris, olahraga bersama, dan menginap di tenda.
Kegiatan di Magelang dibiayai langsung oleh Presiden Prabowo dengan dana pribadi, sebagai simbol konsolidasi awal kabinet. Tradisi retret juga diperluas ke kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024. Pada Februari 2025, Kementerian Dalam Negeri menggelar retret di Akmil Magelang dalam dua gelombang, sebagai pembekalan intensif bagi kepala daerah baru.
Agenda tersebut menekankan efisiensi anggaran dan koordinasi pusat-daerah, dengan durasi dipangkas dari rencana awal 14 hari menjadi 7 hari sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Namun, retret kabinet di Magelang menuai kritik. Nuansa militer seperti baris-berbaris dan menginap di tenda dinilai lebih simbolik ketimbang substantif. Pengamat menekankan retret seharusnya menghasilkan strategi kebijakan nyata, bukan sekadar seremoni kebersamaan.
Retret Hambalang menjadi momentum penting bagi pemerintahan Prabowo untuk menilai capaian dan kendala program kementerian. Kehadiran para menteri di Padepokan Garuda Yaksa menandai konsolidasi kabinet, sekaligus ujian apakah tradisi retret benar menghasilkan strategi kebijakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca tanpa iklan