News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

HUT & Rakernas PDIP 2026

Bicara Perubahan Iklim, Megawati Soekarnoputri Tekankan Prinsip ‘Memayu Hayuning Bawana’

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HUT DAN RAKERNAS PDIP - (Ka-ki) Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli bersama kader muda PDIP Muhammad Syaeful Mujab, Cyntia, Aryo Seno Bagaskoro dan Mega Putri Anggraini saat konferensi pers hari kedua Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rakernas I dan HUT ke-53 Partai menuai simpati luas, terutama dari kalangan kader muda. 

Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, Megawati justru memilih menonjolkan empati terhadap bencana alam dan isu perubahan iklim sebagai prioritas utama.

Politikus muda PDIP, Muhammad Syaeful Mujab menilai sikap tersebut menunjukkan level kenegarawanan yang tinggi.

 

Alih-alih terjebak dalam narasi politik praktis, Megawati justru memberikan perhatian mendalam pada musibah banjir bandang di Sumatera Barat.

"Di saat situasi bencana melanda, Ibu Megawati memilih untuk tidak fokus bicara politik kekuasaan. Ini adalah sikap kenegarawanan yang luar biasa," kata Mujab dalam konferensi pers di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Mujab menekankan bahwa perhatian Megawati terhadap lingkungan bersifat konsisten. 

Dia pun mengutip pesan Megawati pasca bertemu Paus Fransiskus, yang menyebut bahwa perubahan iklim saat ini lebih menyeramkan daripada perang.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia butuh mitigasi yang tepat. Pidato Bu Mega menunjukkan concern pada keadilan antargenerasi. Bagaimana kita hari ini bertanggung jawab agar generasi mendatang tetap memiliki alam yang layak," terangnya.

Mujab pun menyinggung pesan yang disampaikan Megawati yakni soal nilai kearifan lokal Jawa, Memayu Hayuning Bawana (memperindah keindahan dunia), menjadi roh dalam pidato tersebut.

Menurutnya, ini adalah pengingat bahwa menjaga alam berarti memastikan alam menjaga manusia.

Sementara, Kader muda PDIP lainnya, Mega Putri Novia, menambahkan bahwa kekhawatiran Megawati terhadap eksploitasi alam di Sumatera merupakan refleksi dari ajaran Bung Karno sejak tahun 1946.

"Bu Mega sangat khawatir dengan kondisi lingkungan kita. Beliau selalu mengingatkan anak muda untuk tidak melakukan eksploitasi. Sejak 1946, Bung Karno sudah menghubungkan ketahanan pangan dengan kelestarian hutan dan sumber air," kata Mega.

Bagi Mega, pesan ini adalah panggilan bagi anak muda untuk bergerak menciptakan tata kelola negara yang lebih amanah dan pro-rakyat.

Baca juga: Senyum Megawati Saat Tiba di Acara Rakernas PDIP Hari Kedua

"Tantangannya adalah bagaimana anak muda berkontribusi mengubah yang tidak amanah menjadi amanah, demi menjaga keberlanjutan lingkungan kita," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini