Ringkasan Berita:
- Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra untuk memuluskan jalan menjadi calon Deputi Gubernur BI.
- Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur BI akan digelar hari Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).
- Tiga nama kandidat Deputi Gubernur BI adalah Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, memastikan Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra untuk memuluskan jalan menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menurut Misbakhun, persyaratan pelepasan status partai politik sudah terpenuhi proses pencalonan Thomas.
"Sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan," kata Misbakhun di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Misbakhun telah mengkonfirmasi langsung kepada Thomas dan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk memvalidasi proses pengusulan tersebut.
Menurutnya, masuknya nama Thomas Djiwandono adalah murni usulan dari Gubernur BI untuk mengisi kekosongan jabatan.
"Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau yang bersangkutan, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia," ujar Misbakhun.
Nama Thomas diusulkan menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. "Pengusulan nama Pak Thomas itu adalah sebagai respon Gubernur Bank Indonesia atas surat pengunduran diri Pak Yuda Agung," ungkapnya.
Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur BI akan digelar hari Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).
Tiga nama muncul sebagai kandidat Gubernur BI yakni, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
Thomas saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Sementara itu, Dicky Kartikoyono yang lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Lalu, Solikin M. Juhro yang lulusan Universitas Indonesia menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.
Baca tanpa iklan