News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahli Ingatkan Ancaman Senyap Virus Nipah, Indonesia Bukan Tanpa Risiko

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap virus Nipah, banyak orang masih memandang penyakit ini semata sebagai ancaman medis. 

Padahal, di balik fatalitasnya yang tinggi, Nipah menyimpan persoalan jauh lebih kompleks dan senyap.

Virus Nipah sendiri adalah penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus.

Gejala biasanya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terpapar, meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. 

Pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut hingga ensefalitis (peradangan otak) yang fatal.

Baca juga: Ada Virus Nipah di India, Menkes: Indonesia Siap Antisipasi

Dokter, sekaligus epidemiolog Dicky Budiman, menegaskan bahwa Nipah tidak bisa dipahami hanya dari kacamata kesehatan klinis. 

Penyakit ini justru menjadi cerminan krisis relasi antara manusia, hewan, dan lingkungan yang rapuh.

“Nipah itu bukan sekedar virus mematikan, tapi juga dia adalah penyakit ekologi sosial,"ungkap Dicky pada keterangannya, selasa (27/1/2026). 

Bukan Sekadar Soal Medis, Tapi Krisis Cara Hidup

Menurut Dicky, Nipah merupakan contoh nyata penyakit zoonosis yang lahir dari interaksi kompleks berbagai faktor. 

Mulai dari kerusakan ekosistem, deforestasi, urbanisasi yang tak terkendali, hingga perilaku manusia yang berisiko.

Pola konsumsi yang tidak sehat, keamanan pangan yang rendah, praktik peternakan dengan biosekuriti lemah, serta mobilitas manusia yang tinggi memperbesar peluang terjadinya penularan. 

Semua itu diperparah oleh sistem kesehatan yang belum kuat, termasuk lemahnya deteksi dini dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.

Dalam konteks ini, Nipah disebut sebagai sentinel disease, penyakit penanda adanya krisis One Health, yakni kondisi ketika kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan gagal berjalan harmonis.

Indonesia Bukan Tanpa Risiko

Dicky mengingatkan, potensi Nipah bukan hanya milik negara lain. Indonesia memiliki faktor risiko yang serupa, termasuk keberadaan kelelawar buah sebagai reservoir alami virus.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini