Ringkasan Berita:
- Pada tanggal 30 Januari 2026 memperingati 4 momen penting di tingkat internasional
- Keempat momen tersebut memiliki makna bagi lingkungan, budaya, dunia kerja, dan pendidikan.
- Adapun 4 momen tersebut yaitu Hari Primata Indonesia, National Croissant Day, National Fun at Work Day, dan School Day of Non-Violence and Peace.
TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 30 Januari tidak hanya sekadar hari biasa di kalender.
Di balik angka itu, terdapat momen-momen penting yang sarat makna bagi lingkungan, budaya, dunia kerja, dan pendidikan.
Pada hari ini, 4 peringatan istimewa dirayakan secara global dan nasional, yaitu Hari Primata Indonesia, National Croissant Day, National Fun at Work Day, dan School Day of Non-Violence and Peace.
Hari Primata Indonesia mengajak masyarakat untuk melindungi satwa primata yang terancam punah akibat perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat.
Sementara itu, National Croissant Day menjadi kesempatan untuk merayakan salah satu ikon kuliner dunia, croissant, yang menghubungkan sejarah Austria dan Prancis.
Di sisi lain, National Fun at Work Day menekankan pentingnya menjaga suasana kerja tetap menyenangkan agar produktivitas dan semangat karyawan tetap tinggi, bahkan di tengah minggu kerja yang melelahkan.
Terakhir, School Day of Non-Violence and Peace atau DENIP menanamkan nilai perdamaian dan pendidikan tanpa kekerasan bagi generasi muda, mengikuti jejak para pemimpin dunia yang menekankan toleransi dan harmoni.
Baca juga: 30 Januari Diperingati sebagai Hari Primata Nasional di Indonesia, Simak Sejarah dan Ucapannya
4 Momen Penting pada Tanggal 30 Januari 2026
1. Hari Primata Indonesia
Hari Primata Indonesia diperingati setiap tanggal 30 Januari sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan primata yang terancam punah akibat perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat.
Peringatan ini pertama kali dimulai pada tahun 2014.
Mengutip dari laman ppid.cimahikota.go.id, Hari Primata Indonesia digagas oleh organisasi konservasi ProFauna Indonesia (Protection of Forest & Fauna) sebagai bagian dari kampanye penyelamatan primata di Indonesia.
Pemilihan tanggal 30 Januari berkaitan dengan kampanye besar ProFauna bernama “Primate Freedom Tour” yang pernah dilaksanakan pada 30 Januari 2001 di berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali.
Kampanye ini bertujuan mengajak masyarakat untuk menghentikan perdagangan primata dan menjaga kelestarian satwa liar.
2. National Croissant Day
Tanggal 30 Januari juga menjadi momen bagi para pecinta kuliner untuk merayakan National Croissant Day.
Meskipun dikenal sebagai makanan khas Prancis, croissant sebenarnya berasal dari Austria dengan nama "kipferls", dikutip dari National Today.
Marie Antoinette memperkenalkan kue ini ke Prancis saat menikah dengan keluarga kerajaan Prancis, meminta kue berbentuk bulan sabit seperti di tanah kelahirannya.
Para pembuat roti Prancis kemudian menciptakan versi yang lebih mewah dan lezat, sehingga lahirlah croissant seperti yang kita kenal saat ini.
Secara dasar, croissant merupakan kue sarapan berbahan pâte feuilletée, adonan terigu lembut yang terdiri dari tepung terigu, ragi, mentega, susu, dan garam.
3. National Fun at Work Day
Di akhir Januari, tepatnya Jumat terakhir, dunia kerja merayakan National Fun at Work Day, atau Hari Seru di Tempat Kerja Nasional.
Tujuan utama hari ini adalah melawan kebosanan dan menjaga suasana kerja tetap menyenangkan.
Sejak dulu, orang-orang telah menemukan berbagai cara untuk membuat waktu kerja lebih menyenangkan, termasuk melalui lagu-lagu kerja, seperti lagu pelaut atau sea shanties, yang membantu menjaga ritme kerja dan semangat tim.
Di era modern, metode bersenang-senang di tempat kerja berkembang dengan berbagai ide kreatif, mulai dari acara liburan perusahaan hingga pertempuran Nerf Gun mendadak ala Google atau Microsoft.
Menurut American Psychological Association, stres dapat merugikan perusahaan di AS hingga 300 miliar USD per tahun, sehingga menjaga moral karyawan tetap tinggi bukan hanya menyenangkan, tetapi juga penting secara produktivitas.
Baca juga: Mengenang Sosok Jane Goodall, Ahli Primata dan Konservasionis yang Pernah Jadi Utusan Perdamaian PBB
4. School Day of Non-Violence and Peace (DENIP)
Hari ini juga menjadi momen penting bagi pendidikan, yakni School Day of Non-Violence and Peace atau DENIP. Hari ini dirintis oleh Llorenç Vidal, seorang penyair, pendidik, dan pasifis Spanyol, sebagai upaya menciptakan sekolah sebagai tempat di mana generasi muda belajar tentang perdamaian dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.
DENIP ditetapkan setiap tanggal 30 Januari untuk memperingati wafatnya Mahatma Gandhi, simbol perdamaian dunia.
Vidal memulai gerakan ini di kota kelahirannya, Majorca, dan sejak itu DENIP telah berkembang menjadi inisiatif global yang independen, sukarela, dan non-pemerintah.
Sekolah di seluruh dunia merayakan DENIP dengan kegiatan yang menekankan toleransi, solidaritas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan hidup berdampingan secara damai.
Peringatan ini mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga soal membentuk generasi yang menghargai perdamaian dan mengutamakan solusi tanpa kekerasan.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Hari Primata Indonesia
Baca tanpa iklan