Ringkasan Berita:
- Warga Kampung Wanam mulai terlibat dalam proyek pangan
- Unsur lokal dilibatkan, sebagian penduduk sudah bekerja
- Proyek ditargetkan dukung pengembangan kawasan pangan nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan di Merauke mulai melibatkan warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Papua Selatan, sebagai pekerja lokal. Kehadiran proyek ini membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses dan fasilitas.
Perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan, menegaskan keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan PSN Merauke. Ia menyebut pekerja lokal pasti dilibatkan karena proyek harus bersinergi dengan masyarakat dan marga-marga yang ada.
“Untuk pekerja lokal kami pasti ada, karena kita tahu harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kita harus memakai atau melibatkan dari masyarakat-masyarakat tersebut, dari marga-marga yang ada. Nanti mungkin kita bisa diskusi juga dengan masyarakat yang ada di sini,” ujar Gawang dalam keteranganya, dikutip Senin (9/2/2026).
Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius, mengatakan sebagian dari 743 jiwa penduduk sudah bekerja di proyek. Ia berharap peluang itu terus terbuka, terutama bagi pemuda kampung yang ke depan diharapkan semakin banyak terlibat.
Salah satu warga, Paul Tinus (29), telah bekerja di PSN Merauke selama dua tahun. Ia tinggal bersama istri dan dua anak di rumah papan sederhana, dan menyebut penghasilan bulanan dari proyek membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelumnya Paul bekerja sebagai pelaut dan harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama, namun kini ia bisa tetap dekat rumah sambil mencari nafkah.
Baca juga: Tak Hanya Cuci Darah, Menkes: Pasien Kanker hingga Jantung Juga Bergantung pada BPJS PBI
Pengembangan kawasan pangan berskala besar di Wanam dilakukan melalui penugasan negara dengan melibatkan mitra swasta. Pemerintah menggandeng sejumlah pihak untuk memastikan target pengembangan kawasan pangan nasional berjalan sesuai rencana. Salah satu mitra adalah Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Ia menegaskan keterlibatannya sebagai bagian dari tugas negara untuk mendukung pembukaan lahan seluas 1 juta hektare.
“Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujarnya, Kamis (1/8/2024).
Dengan melibatkan warga lokal, proyek ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Wanam sekaligus mendukung target pengembangan kawasan pangan nasional.
Baca tanpa iklan