News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Menteri Sekretaris Negara Bantah Ada Reshuffle Kabinet Dalam Waktu Dekat

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RESHUFFLE KABINET – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026). Prasetyo Hadi membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Ringkasan Berita:

  • Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat
  • Pemerintah kata Prasetyo saat ini sedang fokus bekerja keras, salah satunya dalam persiapan menghadapi bulan suci Ramadan
  • Pemerintah juga memberi bantuan pangan 10 kg beras dan 2 kg minyak goreng selama dua bulan untuk 35,04 juta penerima manfaat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Prasetyo Hadi usai  konferensi pers pengumuman insentif lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5

"Enggak ada reshuffle. Enggak ada," tutur Prasetyo.

Pemerintah kata Prasetyo saat ini sedang fokus bekerja keras, salah satunya dalam persiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan juga perayaan hari raya Lebaran. Misalnya membantu kelancaran masyarakat dalam menghadapi mudik.

"Kemudian juga kita ingin memperingan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik untuk pulang kampung," kata Prasetyo.

Sejumlah stimulus diberikan pemerintah mulai dari diskon angkutan transportasi kereta api, pesawat, penyeberangan, dan lainnya.

Baca juga: Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5

Selain itu ada juga insentif berupa penerapan work from anywhere (WFA) agar mobilitas masyarakat optimal.

Tidak hanya itu pemerintah juga memberi bantuan pangan 10 kg beras dan 2 kg minyak goreng selama dua bulan untuk 35,04 juta penerima manfaat.

"Harapan kita dengan seperti itu maka ekonomi akan tumbuh. Ekonomi akan Bergerak pada triwulan pertama," pungkasnya.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini