Ringkasan Berita:
- Partai Golkar menegaskan Indonesia harus tetap berpegang pada nilai Pancasila dan prinsip politik luar negeri Bebas Aktif di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran.
- Anggota DPR Panggah Susanto menilai politik Bebas Aktif bukan sekadar netral, tetapi berlandaskan nilai kemanusiaan, perdamaian, dan musyawarah sesuai Pancasila, sehingga menjadi fondasi moral sekaligus kekuatan diplomasi Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) - Israel, dengan Iran, Partai Golkar menegaskan pentingnya Indonesia tetap berpegang teguh pada Pancasila dan politik luar negeri Bebas Aktif dalam menjalankan diplomasi internasional.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Panggah Susanto, mengatakan bangsa Indonesia patut bersyukur atas warisan para pendiri bangsa berupa falsafah dan ideologi Pancasila serta prinsip politik Bebas Aktif yang relevan dalam menyikapi dinamika blok-blok geopolitik global.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu menekankan bahwa kekuatan diplomasi Indonesia harus bertumpu pada fondasi nilai yang kokoh dari dalam negeri.
“Pemahaman yang mendalam dan pelaksanaan yang konsisten dari kedua warisan itu akan membawa kekuatan ke dalam negeri, sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia di tengah masyarakat internasional,” kata Panggah, kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Panggah menilai, dalam menghadapi rivalitas kekuatan besar dunia seperti yang tercermin dalam ketegangan AS–Israel dan Iran, politik Bebas Aktif tidak dapat dimaknai secara sempit sebagai sikap tidak berpihak semata.
Ketua Bidang Penguatan Ideologi DPP Partai Golkar itu menegaskan bahwa prinsip tersebut memiliki dasar kuat yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila.
“Jadi politik bebas aktif itu mempunyai dasar kuat ke dalam, bukan sekadar tidak ikut blok sana dan blok sini,” ucapnya.
Panggah menilai bahwa sikap Indonesia yang menekankan aspek kemanusiaan dan perdamaian dalam merespons konflik global, merupakan refleksi nyata dari sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila keempat yang mengedepankan musyawarah dan penyelesaian damai dibanding pertikaian dan peperangan.
“Sikap Indonesia sesuai dengan Pancasila,” tegasnya.
Panggah menambahkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan politik Bebas Aktif harus diwujudkan secara konsisten, tidak berhenti pada tataran wacana.
Keyakinan terhadap kebenaran nilai-nilai tersebut, menurutnya, akan menjadi kekuatan moral dalam diplomasi Indonesia di panggung internasional.
Di tengah tekanan dan kepentingan strategis dari berbagai blok kekuatan dunia, Indonesia dinilai harus tetap teguh pada prinsip.
“Karena yang dihadapi adalah kekuatan-kekuatan besar dari berbagai blok yang sarat kepentingan,” tandasnya.
Sebelumnya Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: Israel Siagakan Pasukan dan Keluarkan Peringatan Evakuasi Massal di Lebanon
Menghadapi serangan tersebut Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah Pangkalan Militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.
Baca tanpa iklan