Ringkasan Berita:
- Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan komitmen membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
- Menteri Yandri Susanto menyebut langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
- Program ini juga dirancang untuk mencetak wirausaha baru di desa dengan dukungan akses permodalan dan pasar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) secara serius melibatkan seluruh pihak dalam upaya membangun desa.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan dari bawah, sekaligus memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto akan menggandeng kalangan muda untuk turun langsung ke desa.
"Mereka akan diajak melihat, memetakan, dan mengolah seluruh potensi yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta mencegah potensi desa terbuang sia-sia," ujar Yandri, Rabu (4/3/2026).
Menurut Yandri, pembangunan desa harus sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan komoditas unggulan berasal dari desa, sehingga sudah seharusnya potensi tersebut dikelola secara maksimal dan membanggakan.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Kemendes PDT menggelar audisi terbuka di seluruh provinsi untuk menjaring generasi Z yang akan berperan dalam pendampingan langsung ke desa.
Selain berkolaborasi dengan beberapa figur publik, program ini dirancang agar semakin banyak pihak tertarik berkontribusi dan mengambil peran dalam pembangunan desa.
Audisi ini terbuka bagi masyarakat dengan syarat dan ketentuan tertentu. Tidak hanya peserta terpilih, Kemendes juga menyiapkan pendampingan bagi mereka yang memiliki gagasan dan program inovatif, sehingga setiap ide yang konstruktif tetap berpeluang direalisasikan demi kemajuan desa.
Yandri menegaskan, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata mencetak wirausaha baru di desa.
Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan, termasuk menghubungkan pelaku usaha dengan akses permodalan dan pasar atau offtaker agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, publikasi atas berbagai capaian desa menjadi fokus penting untuk menunjukkan besarnya peluang yang tersedia. Di tengah tingginya angka urbanisasi, desa diyakini tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional dan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca tanpa iklan