News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prabowo Buka-bukaan Soal 200 Anak Cucu Pertamina yang Sulit Diaudit

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SIKAP INDONESIA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026. (BPMI Setpres/Cahyo)

Ringkasan Berita:

  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai terlalu gemuk dengan banyak anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
  • Prabowo menyoroti PT Pertamina (Persero) yang disebut memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan, sementara total entitas di bawah pengelolaan negara diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 perusahaan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap struktur organisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai terlalu gemuk dan sulit diawasi. 

Hal ini disampaikan dalam acara tasyakuran tahun pertama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Presiden menyoroti fenomena banyaknya anak, cucu, hingga cicit perusahaan di bawah naungan BUMN besar.

 

Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah PT Pertamina (Persero) yang disebut memiliki ratusan entitas di bawahnya.

"Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan," ujar Prabowo di hadapan para pejabat dan pimpinan Danantara.

Presiden juga menyentil adanya regulasi yang dianggap menghambat transparansi dan akuntabilitas pada level cucu perusahaan. Menurutnya, hal ini menjadi celah bagi penyimpangan karena adanya pembatasan audit oleh negara.

"Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" tegas Presiden Prabowo.

Prabowo menilai struktur yang terlalu kompleks ini mustahil bisa dikelola dengan efisien jika tidak berada di bawah satu komando yang rasional. 

Ia mencatat bahwa secara total terdapat lebih dari 1.000 entitas yang berada di bawah pengelolaan negara, jauh melampaui angka 250 perusahaan yang sebelumnya dilaporkan.

"Tidak ada pelajaran management di mana pun di dunia, satu management bisa ngelola 1000 entitas," tambahnya. 

Ia menekankan bahwa penyimpangan dari iktikad baik para pendiri bangsa telah terjadi seiring berjalannya waktu.

Oleh karena itu, melalui konsolidasi di bawah Danantara, Presiden ingin memastikan seluruh aset negara dikelola dengan standar terbaik dunia. Ia menargetkan pengawasan ketat agar tidak ada lagi kebocoran pada darah ekonomi bangsa Indonesia.

Presiden telah menginstruksikan lembaga penegak hukum dan pengawas seperti BPK, BPKP, Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk masuk dan melakukan pengawasan secara menyeluruh di setiap tingkatan perusahaan.

Baca juga: Prabowo Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Kesulitan Dampak Konflik Timur Tengah, CELIOS: Cuma Retorika

"Saya juga minta BPK masuk keluar, BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini