News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dugaan Korupsi Kuota Haji

Demo Banser Protes Gus Yaqut Ditahan di KPK Langsung Bubar Begitu Dengar Suara Gus Yahya

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANSER DEMO — Anggota Banser membakar baju bertuliskan KPK saat melihat Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut resmi mengenakan rompi tahanan oranye, Kamis (12/3/2026). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas penahanan pimpinan mereka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

Ringkasan Berita:

  • Gedung KPK memanas! Massa Banser guncang pagar hingga bakar baju protes penahanan Gus Yaqut.
  • Militansi pasukan loreng: Bertahan hingga malam dan buka puasa bersama di atas aspal jalan raya.
  • Loyalitas satu dekade: Kedekatan emosional sebagai panglima GP Ansor jadi pemicu gelombang perlawanan.
  • "Dawuh" sejuk pimpinan: Amuk massa reda usai Gus Yahya telepon asisten di lokasi meminta barisan pulang tertib.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi bisu jatuhnya titik nadir perjalanan hukum mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.

Pada Kamis (12/3/2026) malam, sekira pukul 18.45 WIB, Gus Yaqut resmi keluar dengan balutan rompi tahanan oranye bernomor dada 129.

Pantauan wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti di lokasi, Gus Yaqut turun didampingi sejumlah penyidik dengan langkah terjaga.

Sambil menggenggam erat sebuah map bermotif batik, ia sempat memberikan pembelaan terakhirnya.

"Saya tidak pernah menerima sepeser pun. Saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah," tegas Gus Yaqut sebelum memasuki mobil tahanan menuju rutan.

Buka Puasa di Aspal dan Loyalitas Tanpa Batas

Kondisi di luar gedung sudah membara sejak sore.

Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang datang dengan tujuh unit bus menunjukkan militansi luar biasa.

Saat azan Magrib berkumandang, massa bahkan berbuka puasa bersama di atas aspal hingga menutup setengah jalur jalan raya.

Solidaritas tanpa batas ini bukan tanpa alasan. Hal ini berakar dari posisi strategis Gus Yaqut sebagai Ketua Umum PP GP Ansor periode 2015–2024.

Bagi Banser, Gus Yaqut bukan sekadar mantan pejabat negara, melainkan sosok pemimpin yang telah menakhodai organisasi mereka selama hampir satu dekade.

Kedekatan emosional dan ideologis sebagai mantan panglima tertinggi di bawah naungan NU inilah yang memicu gelombang perlawanan di depan gedung lembaga antirasuah tersebut.

Ketegangan Memuncak: Amuk Massa di Pagar KPK

Ketegangan memuncak saat Gus Yaqut dipastikan ditahan. Teriakan "KPK Zalim" menggema dibarengi aksi massa menggoyangkan pagar besi Gedung KPK dengan keras.

Di sudut lain, seorang anggota Banser melepas seragamnya dan membakar sebuah kaos hitam bertuliskan "KPK" hingga hangus sebagai simbol mosi tidak percaya.

"Kalau sahabat Yaqut disakiti, maka mendidih darah kami! Kami tidak akan bubar sebelum sahabat Yaqut pulang!" teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Di tengah aksi, mereka juga sempat "mengetuk pintu hati" Presiden Prabowo Subianto agar memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi Gus Yaqut.

Baca juga: Tangan Terborgol, Eks Menag Yaqut: Saya Tidak Terima Sepeser Pun

 

Instruksi "Dawuh" dari Balik Telepon

PERTEMUAN DI LIRBOYO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, merasa lega usai bertemu dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) lalu. (Instagram @yahyacholilstaquf)

Namun, situasi panas tersebut mencapai titik antiklimaks sekira pukul 19.40 WIB.

Sebuah instruksi muncul dari balik sambungan telepon Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang tersambung melalui ponsel asisten pribadinya di lokasi.

"Gus Yahya ingin dawuh (berpesan) kepada kita semua, sebagai orang tua kita," ujar sang orator yang langsung disambut kesunyian khidmat oleh massa.

Dalam sambungan telepon itu, Gus Yahya meminta massa untuk bersikap tawakal. 

"Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan. Dan sekarang kita pasrahkan, kita meminta kepada Allah agar dibukakan hati semua orang," ucap Gus Yahya.

Ia meminta massa menyabarkan hati dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Mendengar perintah tersebut, massa yang tadinya beringas perlahan merapikan barisan dan membubarkan diri.

Duduk Perkara: Skandal Rp622 Miliar

Penahanan ini merupakan babak baru penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024.

Gus Yaqut sewaktu menjabat Menteri Agama RI diduga secara sepihak membagi 20.000 kuota tambahan dengan porsi 50:50, yang dinilai menabrak aturan prioritas jemaah reguler.

Berdasarkan audit BPK, praktik ini diduga merugikan negara hingga Rp622 miliar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini