TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto melangsungkan diskusi dan wawancara bersama jurnalis, pengamat, dan pakar terkait isu terkini untuk merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan strategis dalam negeri pada Selasa (17/3/2026).
Pertemuan itu dikabarkan melalui akun Instagram @presidenrepublikindonesia yang dikelola oleh Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia.
"Presiden melangsungkan diskusi dan wawancara bersama sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar mengenai isu-isu terkini guna merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan strategis dalam negeri," ungkapnya pada Rabu (18/3/2026).
"Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai arah pemerintah dalam menghadapi tantangan dan menjawab berbagai pertanyaan penting yang menjadi perbincangan public," sambungnya.
Prabowo disebut berkomitmen penuh untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa sekaligus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun negeri.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB-01.30 WIB ini diharapkan menjadi Langkah konkret dalam membangun optimisme nasional untuk mewujudkan pelaksanaan transformasi bangsa.
Pemerintah Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
Terpisah, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menilai saat ini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang dihadapkan pada dilema dalam menyikapi dampak dari konflik Timur Tengah.
Dilema yang dihadapi antara memilih mengurangi belanja negara atau menaikkan defisit (utang) alias memutuskan tetap membelanjakan banyak uang di tengah penerimaan yang menurun.
“Memang ya, pemerintah mengalami dilema-dilema yang seperti saya lihat. Kalau biayanya kan cuma dua yang bisa menyelesaikan ini, mengurangi belanja atau berusaha menaikkan penerimaan,” kata JK di Kantor Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).
“Ini penerimaan dalam keadaan ekonomi begini sulit, karena pajak menurun. Ekonomi menurun berarti pajak menurun. Jadi satu-satunya cara ialah cuma dua kemungkinan. Menurunkan belanja atau terpaksa menaikkan defisit,” lanjut JK.
Diketahui beberapa negara sudah mengambil langkah antisipasi dampak perluasan konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Ketua DPD RI Imbau Semua Pihak Menahan Diri & Utamakan Dialog di Tengah Eskalasi Konflik Global
Pakistan, jadi negara yang melakukan penghematan energi dengan cara memberlakukan work from home (WFH) bagi pekerja pemerintahan dan swasta, belajar daring bagi pelajar, memotong gaji pejabat hingga memotong waktu bekerja dari 5 hari ke 4 hari.
Menurut JK, pemerintah hanya punya 2 pilihan, menaikkan defisit atau menurunkan belanja negara.
Ia melihat opsi yang diambil pemerintah adalah menurunkan belanja negara agar defisit tidak membengkak melampaui 3 persen.
Baca tanpa iklan