News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Idul Fitri 2026

Kapan Lebaran Versi Pemerintah dan Muhammadiyah Tahun 2026? Ini Jadwalnya

Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SHOLAT IDUL FITRI - Ribuan umat islam melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 H di Masjid Raya, Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/6/2019). Simak jadwal lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun 2026.

TRIBUNNEWS.COM - Lebaran Hari Raya Idul Fitri diperingati setiap tanggal 1 Syawal.

Pada tahun ini, momen lebaran Idul Fitri akan sedikit berbeda.

Pasalnya penetapan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 versi pemerintah dengan versi Muhammadiyah terdapat perbedaan.

Sebelumnya penetapan waktu awal puasa dari versi Muhammadiyah dan pemerintah juga mengalami perbedaan.

Lalu kapan jadwal lebaran Idul Fitri tahun 2026 menurut pemerintah dan Muhammadiyah?

Mengutip laman resmi Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Muhammadiyah menetapkan jadwal Lebaran melalui metode hisab (perhitungan astronomi).

Baca juga: Pengumuman Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Hari Ini, Berikut Link dan Rincian Jadwalnya

Sementara menurut versi pemerintah berdasarkan kalender penanggalan Islam, tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Hal ini juga diperkuat dengan pengumuman hasil sidang Isbat yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada hari ini, Kamis 19 Maret 2026.

Kementerian Agama resmi menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 21 Maret 2026.

Maka dapat dipastikan waktu Lebaran Idul Fitri versi Muhammadiyah dan pemerintah mengalami perbedaan, yaitu selisih 1 hari.

Baca juga: Niat Sholat Idul Fitri sebagai Imam dan Makmum, Bacaan Arab Latin dan Arti

Kenapa Waktu Lebaran Versi Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda Tahun Ini?

Perbedaan waktu lebaran Idul Fitri ini terjadi, karena metode yang digunakan tidak sama.

Muhammadiyah memakai metode hisab dengan prinsip wujudul hilal, yaitu berdasarkan perhitungan posisi bulan secara matematis.

Sedangkan pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan hisab, dengan syarat tertentu seperti tinggi hilal dan jarak sudut tertentu.

Maka apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Meski berpotensi berbeda satu hari, perbedaan ini merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia dan tetap dapat disikapi dengan saling menghormati.

Baca juga: Tim Rukyatul Hilal Kemenag: Secara Hisab, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Tradisi Lebaran di Indonesia

  • Mudik

    Tradisi pulang ke kampung halaman saat Lebaran untuk bertemu keluarga dan kerabat. 
  • Open house (menyambut tamu)

    Kebiasaan saling berkunjung antar keluarga, tetangga, dan kerabat untuk bersilaturahmi.
  • Ziarah makam (nyekar)

    Kegiatan mengunjungi makam keluarga yang telah meninggal sebagai bentuk penghormatan dan doa.
  • Malam takbiran

    Perayaan malam menjelang Lebaran dengan mengumandangkan takbir.
  • Menghias rumah

    Menata atau memperbarui dekorasi rumah untuk menyambut hari raya.
  • Berbagi makanan

    Tradisi saling bertukar makanan menggunakan wadah rantang.
  • Memberi THR

    Kebiasaan memberikan uang dalam amplop kepada anak-anak atau keponakan.
  • Halal bihalal

    Acara berkumpul setelah Idul Fitri untuk saling memaafkan.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini