Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), Arsyad Cannu, menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara Feri Amsari terkait swasembada pangan.
- Ia menilai kritik tanpa data valid berisiko menyesatkan opini publik dan mengabaikan kerja keras banyak pihak.
- Arsyad menekankan pentingnya akurasi informasi demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), Arsyad Cannu, angkat bicara menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menyinggung capaian swasembada pangan nasional.
Adapun Laskar Merah Putih (LMP) adalah sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia yang dikenal mengusung semangat nasionalisme dan persatuan bangsa.
Arsyad menilai, pernyataan tersebut tidak didukung data valid dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
“Pernyataan seperti itu berisiko menyesatkan opini publik dan mengabaikan kerja keras berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Bukan Makar, Feri Amsari Sebut Saiful Mujani Cuma Ingin Kritik Prabowo yang Menyimpangi Konstitusi
Menurut Arsyad, capaian menuju swasembada pangan merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari petani, pemerintah, hingga elemen pendukung lainnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga akurasi dan keseimbangan informasi di ruang publik.
“Ini bukan kerja satu pihak. Narasi yang berkembang harus tetap berbasis data dan berimbang,” tegasnya.
Sebelumnya, Feri Amsari dalam sebuah forum diskusi di Beranda Utan Kayu, Jakarta, menyebut Presiden Prabowo Subianto membohongi publik terkait swasembada pangan.
Pernyataan tersebut kemudian menuai beragam respons, termasuk dari kalangan organisasi masyarakat.
Arsyad mengingatkan, penyampaian data yang tidak utuh atau tidak akurat berpotensi memicu disinformasi dan mengganggu kepercayaan publik terhadap sektor strategis seperti pangan.
“Ketahanan dan kemandirian pangan adalah isu vital, sehingga semua pihak harus objektif dalam menyampaikan informasi,” katanya.
Baca juga: Saiful Mujani Minta Prabowo Diturunkan, Ini Kata Feri Amsari
Di akhir pernyataannya, Arsyad mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi dan pengamat, untuk menjaga ruang publik dari informasi yang tidak terverifikasi.
Dia menilai hal itu penting demi mendukung kemajuan sektor pangan nasional secara berkelanjutan.
“Semua pihak harus bersama-sama menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menyesatkan,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan