Ringkasan Berita:
- Badan Gizi Nasional menutup sementara 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Indonesia.
- Saat ini terdapat total 26.800 SPPG yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia dengan sasaran 82,9 juta anak,
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disetop sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Alasannya karena ribuan SPPG itu belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Angka ini dinamis sehingga sekarang ada sekitar 1.780 (SPPG) yang kita hentikan sementara. Mungkin dalam seminggu, dua minggu akan berubah juga angkanya," sebut Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/4).
Saat ini, ada total 26.800 SPPG yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia dengan sasaran 82,9 juta anak penerima manfaat di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan, penutupan operasiona 1.780 SPPG yang tidak memenuhi standar adalah karena tidak sesuai dengan standar yang diberikan.
"Jadi sudah mulai lakukan langkah-langkah perbaikan yang lebih keras. Penutupan itu kan sudah paling keras," tegas Zulhas.
Baca juga: Kepala BGN Jelaskan Maksud Kebutuhan Sapi untuk MBG Capai 19.000 Per Hari
Ia mengimbau sekolah untuk aktif menyampaikan keluhan jika menemukan layanan yang tidak sesuai standar, baik melalui SPPG maupun fasilitas pengaduan pemerintah.
"Pasti di sini ada namanya call center, di kantor saya ada namanya command center. Jadi kita akan cepat untuk menindaklanjuti," tegas Zulhas.
Baca tanpa iklan