DISCLAIMER: Konten ini berisi informasi mengenai kasus/berita yang melibatkan unsur pornografi. Artikel ini ditujukan untuk edukasi hukum, informasi berita, dan pemahaman mengenai risiko keamanan digital. Konten tidak menampilkan visual eksplisit dan disarankan untuk pembaca dewasa.
Ringkasan Berita:
- WN Jepang yang diduga pedofilia ini saling berbagi cerita terkait prostitusi anak berusia 16-17 tahun.
- Pihak kepolisian menilai ada beberapa faktor yang membuat anak di bawah umur terjerumus di dalam prostitusi.
- Kombes Budi berharap masyarakat yang memiliki informasi perihal hal tersebut dapat melaporkan ke 110 ataupun ke penyidik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jagat maya dihebohkan dugaan jaringan pedofil Warga Negara (WN) asal Jepang yang mengincar prostitusi anak di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kemunculan informasi ini terkuak di media sosial X, di mana terduga pelaku ini menuliskan terkait banyaknya prostitusi anak.
WN Jepang yang diduga pedofilia ini saling berbagi cerita terkait prostitusi anak berusia 16-17 tahun.
Mereka juga membagikan gambar-gambar lokasi prostitusi yang melibatkan anak hingga memberikan testimoni dalam huruf kanji.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan kasus tersebut masih diselidiki oleh jajaran dari Direktorat Siber dan Direktorat PPA PPO.
Baca juga: Skandal Guncang Dunia Bola, Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Libatkan 70 Pemain Klub Raksasa Eropa
Menurutnya polisi tidak akan tinggal diam demi menjaga ruang-ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak apalagi terkait tentang adanya dugaan eksploitasi anak.
"Kami akan dalami yang penting kasus ini akan menjadi prioritas karena kasus ini terkait tentang anak, perempuan dan kaum rentan," ucap Kombes Budi kepada wartawan, Senin (11/6/2026).
Pihak kepolisian menilai ada beberapa faktor yang membuat anak di bawah umur terjerumus di dalam prostitusi.
Hal ini menjadi perhatian komitmen kepolisian ke depan.
"Banyak hal-hal (pengaruhnya) tapi kan isu itu terkadang sensitive untuk disampaikan, kita tidak mau berasumsi nanti pada saat proses itu berjalanan, memang ada faktor ekonomi, ada faktor sosial, ada faktor karena lingkungan sekitar," urainya.
"Negara harus hadir, bagaimana melindungi perempuan dan anak yang ada di Indonesia apalagi kasus ini terkait denagn eksploitasi anak," imbuh Kabid.
Kombes Budi berharap masyarakat yang memiliki informasi perihal hal tersebut dapat melaporkan ke 110 ataupun ke penyidik.
Pantauan Tribunnews.com di beberapa cuitan di akun X yang dituliskan dalam huruf kanji menceritakan inti percakapan pedofilia WN Jepang ini dengan bangganya membeli layanan seksual anak di Indonesia.
Bahwa mereka bercerita ejakulasi di dalam tubuh gadis di bawah umur.
Mereka menyebut tubuh gadis di bawah umur alat masturbasi hidup dan tidak memperlakukannya sebagai manusia.
Baca tanpa iklan