News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemenag Buka Pendaftaran UM-PTKIN hingga 30 Mei, Ini Ketentuannya

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

: UJIAN MASUK PTKIN - Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN Prof Abdul Aziz, dalam konferensi pers pendaftaran UM-PTKIN di Hotel Grand Platinum, Rabu (13/5/2026).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama membuka Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 untuk menjaring mahasiswa baru.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN Prof Abdul Aziz, menjelaskan sejumlah ketentuan dalam pelaksanaan UM-PTKIN 2026. 

Pendaftaran UM-PTKIN telah dibuka sejak 13 April dan akan ditutup pada 30 Mei 2026. 

"Di jalur UM-PTKIN ini sebetulnya sudah kita mulai untuk pendaftarannya itu di tanggal 13 April yang lalu sampai nanti tanggal 30 Mei 2024," kata Abdul Aziz dalam konferensi pers pendaftaran UM-PTKIN di Hotel Grand Platinum, Rabu (13/5/2026).

Seleksi ini dapat diikuti calon mahasiswa yang ingin masuk ke 58 PTKIN dan satu perguruan tinggi negeri (PTN).

Salah satu ketentuannya peserta diwajibkan membayar biaya kontribusi sebesar Rp200 ribu untuk mengikuti seleksi.

Ia menjelaskan mekanisme pendaftaran berbeda dengan jalur prestasi karena peserta harus mengikuti ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE). 

Menurutnya biaya tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan tes, termasuk tes bakat skolastik dan tes literasi.

"Tentu kita tidak ada anggaran tersendiri untuk membiayai terkait dengan tes, tes bakat skolastiknya lah. Kemudian tes literasi dan lain sebagainya ini perlu pembiayaan," katanya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan simulasi ujian SSE sebelum pelaksanaan tes utama.

Simulasi itu ditujukan agar peserta memahami sistem ujian dan lebih siap secara teknis.

"Jadi kita membantu peserta untuk bagaimana memahami sistem dan juga meningkatkan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan," ujar Abdul Aziz.

Ia menambahkan panitia juga memperkuat layanan bagi peserta difabel. 

Peserta diminta menyampaikan kondisi keterbatasan fisik secara jujur agar panitia dapat menyiapkan fasilitas pendukung selama ujian berlangsung.

"Sistem memang sudah kita upayakan untuk ramah difabel dan juga nanti dalam pelaksanaan tesnya pun kita juga akan memfasilitasi terkait dengan difabel yang ada," katanya.

Abdul Aziz menjelaskan UM-PTKIN tahun ini diikuti 58 PTKIN yang terdiri dari STAIN, IAIN, dan UIN.

Total terdapat sekitar 1.300 program studi yang dibuka dalam seleksi tersebut.

Adapun pelaksanaan ujian UM-PTKIN dijadwalkan berlangsung pada 24-30 Juni 2026 secara online dengan menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing kampus pelaksana.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini