News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Setelah Ada Taruhan Prabowo Akan Lengser Tahun Ini, Polymarket Diblokir Komdigi

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TARUHAN - Laman Polymarket diblokir Komdigi. Pemblokiran terjadi tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan taruhan di Polymarket.

Ringkasan Berita:

  • Komdigi memblokir laman Polymarket, sebuah platform pasar prediksi.
  • Pemblokiran dilakukan setelah muncul taruhan Presiden Prabowo akan lengser tahun ini.
  • Komdigi menggolongkan Polymarket sebagai platform judi dan bertentangan dengan hukum di Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Laman Polymarket.com, sebuah platform pasar prediksi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI).

Di samping itu, Komdigi kini menelusuri akun-akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket supaya dibatasi dan diblokir aksesnya di berbagai platform.

Pemblokiran terjadi tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan taruhan di Polymarket.

Taruhan itu bertajuk "Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?" dan isinya mengajak pengguna internet untuk menebak apakah Prabowo akan mundur atau lengser dari jabatannya pada bulan-bulan tertentu tahun ini.

Mengenai alasan diblokirnya Polymarket, Komdigi menyebut platform yang memfasilitasi taruhan berbasis uang atas suatu hasil atau kejadian tertentu tetap digolongkan sebagai judi online (judol).

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia. Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar di Jakarta Pusat, Jumat, (22/05/2026), dikutip dari laman resmi Komdigi.

Pemblokiran itu, menurut Alex, merupakan langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama generasi muda dan pengguna ruang digital nasional.

"Tindakan tegas pemutusan akses ini sejalan dengan yurisdiksi global. Sejumlah negara juga menerapkan tindakan serupa terhadap Polymarket maupun platform prediction market karena dinilai menyerupai praktik perjudian online. Singapura, Brasil, dan India telah melakukan pemblokiran resmi terhadap Polymarket, sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang juga menerapkan pembatasan akses sesuai ketentuan hukum nasional masing-masing," demikian keterangan Komdigi.

Komdigi mengimbau publik tidak mengakses dan terlibat dalam spekulasi berbasis taruhan digital lantara bisa menyebabkan kerugian finansial dan melanggar hukum di Indonesia.

"Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat pengawasan ruang digital serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan ekosistem digital nasional tetap aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat," kata Komdigi.

Baca juga: Mirip Joe Biden, Isu Prabowo Mundur Ikut Jadi Bahan Taruhan di Polymarket

Mengenal Polymarket

Polymarket adalah platform pasar prediksi (prediction market) berbasis teknologi blockchain asal AS, 

Platform ini memungkinkan pengguna dari seluruh dunia untuk bertaruh atau "membeli saham" menggunakan mata uang kripto atas hasil dari berbagai peristiwa nyata.

Melalui Polymarket, pengguna bisa memasang taruhan untuk berbagai jenis isu mulai dari hasil pemilu, kebijakan ekonomi, hingga isu budaya populer.

Di Polymarket, setiap prediksi disajikan dalam saham "Yes" (Ya) atau "No" (Tidak) dengan harga berkisar antara $0.01 hingga $0.99.

Harga saham ini bergerak dinamis, mencerminkan probabilitas atau persentase peluang terjadinya peristiwa tersebut berdasarkan penilaian pasar.

Jika tebakan pengguna terbukti benar saat peristiwa terjadi, saham mereka akan bernilai $1.00, sedangkan jika salah, nilainya menjadi nol.

Prediksi Polymarket tentang Mundurnya Prabowo

Dalam kontrak terkait pengunduran diri Prabowo Subianto ini, Polymarket memungkinkan pengguna membeli saham "Yes" atau "No" pada opsi lini masa yang disediakan. 

Resolusi pasar atau penentu kemenangan nantinya akan didasarkan pada informasi resmi pemerintah Indonesia atau konsensus media kredibel terkait skenario pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai Presiden indonesia. 

Pengumuman pengunduran diri sebelum batas waktu yang ditentukan akan langsung menyelesaikan pasar sebagai "Yes".

Baca juga: Prabowo Gelar Rapat di Istana, Mantan Pejabat Diminta Bagikan Pengalaman Hadapi Krisis

Menurut data terkini di platform tersebut per 21 Mei 2026, probabilitas yang diberikan pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah. 

Untuk akhir Mei 2026, peluang "Yes" hanya berada di kisaran 2 persen, Juni 2026 sekitar 4 persen, dan hingga akhir Desember 2026 mencapai 18 persen.

Total volume perdagangan pasar ini sudah mencapai hampir $9.000 meski baru diluncurkan pada 20 Mei 2026.

Sementara itu, pasar serupa juga ada untuk periode 2025 yang sebelumnya telah tersedia, di mana probabilitas Prabowo lengser di akhir tahun itu juga tercatat rendah.

Peluncuran pasar ini muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi pemerintahan Prabowo, termasuk kritik dari Amnesty International tentang isu kebebasan berpendapat, kekhawatiran The Economist mengenai oposisi dan risiko fiskal program makan siang gratis, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

(Tribunnews/Febri/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini