Ringkasan Berita:
- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap alumni sekolah Taruna Nusantara (TN) masuk ke dunia politik.
- AHY mulanya menyebut, berdasarkan sejarah, pendirian SMA Taruna Nusantara lebih ditujukan untuk menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit dan birokrat.
- Ia kemudian menyampaikan harapan agar para alumni SMA Taruna Nusantara bisa masuk ke dunia politik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap alumni sekolah Taruna Nusantara (TN) masuk ke dunia politik.
Hal ini disampaikan AHY, saat hadir dalam Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Munas Ikastara), di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Menko Infrastruktur AHY Minta PLN Investigasi Penyebab Blackout di Sumatera
Pantauan Tribunnews.com di lokasi sekira pukul 12.00 WIB, Menko AHY hadir mengenakan kemeja batik lengan panjang dengan warna dominan cokelat.
Dalam pidatonya, AHY mulanya menyebut, berdasarkan sejarah, pendirian SMA Taruna Nusantara lebih ditujukan untuk menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit dan birokrat.
"Karena saya yakin kita semua kalau melihat sejarah berdirinya SMA TN, memang lebih ditujukan menyiapkan kader kader terbaik untuk menjadi prajurit, menjadi perwira TNI Polri, juga untuk menjadi birokrat ASN," kata AHY.
Ia kemudian menyampaikan harapan agar para alumni SMA Taruna Nusantara bisa masuk ke dunia politik.
Bukan tanpa alasan, menurut AHY, Indonesia merupakan negara demokrasi. Hal itu ditandai dengan gelaran pemilihan umum (Pemilu) setiap lima tahun sekali.
Selain itu, ia menilai, setiap kebijakan politik pasti diawali dan diakhiri oleh proses politik.
"Saya tidak mengajak politik praktis di sini, tetapi ingat, negara ini adalah negara demokrasi yang juga menganut sistem politik yang bisa kita ikuti semua. Election (pemilihan) setiap 5 tahun. Nah, saya berharap ke depan, kita semua berharap ke depan semakin banyak Ikastara yang manggil peran-peran di pemerintahan," ucap AHY.
Baca juga: AHY Apresiasi Kepemimpinan Agung Nugroho di Demokrat Riau
"Sebelum pada pemerintahan di tingkat tertinggi, di pusat atau nasional, tentu ada pemerintahan di tingkat kabupaten kota dan provinsi. Jadi tidak salah kalau kemudian sebagian mengambil jalur, bukan jalur biru, nih bukan ini, jalur, jalur politik, jalur politisi dan menjadi wakil-wakil rakyat karena boleh ada yang tidak suka dengan DPR, dengan wakil rakyat, tapi realitasnya adalah setiap kebijakan politik itu diawali dan diakhiri oleh proses politik dan itu proses legislatif dan eksekutif. Jadi, mari kita buka peluang yang lebih lebar lagi," tambahnya.
"Karena dunia politik, garis miring, dunia pemerintahan, garis miring, dunia birokrasi. Pada akhirnya, kalau ingin melakukan perubahan dan transformasi, mau tidak mau, suka tidak suka, harus melalui jalur-jalur seperti itu."
Baca tanpa iklan