TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.
Agar daging tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak cepat rusak, diperlukan penanganan yang tepat sejak awal.
Dalam Islam, menjaga kualitas makanan merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan baik.
Islam sangat menekankan kebersihan, kerapian, dan tanggung jawab dalam mengelola makanan.
Segala sesuatu yang dikonsumsi hendaknya halal dan baik, termasuk daging kurban yang diperoleh setelah proses penyembelihan sesuai syariat.
Setelah daging dibagikan, tahap penting berikutnya adalah penyimpanan.
Jika tidak ditangani dengan benar, daging dapat mengalami penurunan kualitas, berbau tidak sedap, hingga tidak layak dikonsumsi.
Oleh karena itu, memahami cara menyimpan daging kurban dengan benar menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas nikmat yang telah Allah SWT berikan sekaligus menghindari pemborosan makanan.
Dilansir dari laman resmi Baznas, sebelum daging disimpan, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan agar kualitasnya tetap terjaga dan masa simpannya lebih panjang.
Persiapan Awal Sebelum Menyimpan Daging Kurban
Berikut beberapa langkah penting yang harus dilakukan sebelum proses penyimpanan daging:
Baca juga: Cara Mengolah Daging Kerbau agar Empuk dan Tidak Bau
1. Pastikan Daging dalam Kondisi Bersih
Setelah proses penyembelihan, daging sebaiknya tidak langsung dicuci secara berlebihan. Mencuci daging dengan air dalam jumlah banyak justru dapat meningkatkan kadar kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri. Cukup bersihkan bagian yang terlihat kotor atau terdapat sisa kotoran yang menempel.
2. Pisahkan Jenis Daging
Pisahkan antara daging utama, jeroan, dan tulang sebelum disimpan. Selain memudahkan saat pengolahan, cara ini juga membantu menjaga kualitas masing-masing bagian karena setiap jenis bahan memiliki karakteristik penyimpanan yang berbeda.
Baca tanpa iklan