Ringkasan Berita:
- Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha dikabarkan menerima tongkat komando dari Presiden Prabowo Subianto.
- Tongkat komando tersebut berbentuk mirip bambu mengkilap berwarna seperti gading.
- Edwin bertugas mengiringi tugas-tugas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan selama hampir 2 tahun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha dikabarkan menerima tongkat komando dari Presiden Prabowo Subianto.
Tongkat komando tersebut berbentuk mirip bambu mengkilap berwarna seperti gading.
Pada tongkat tersebut terlihat ada 10 ruas.
Baca juga: Pangdam Pattimura Serahkan Tongkat Komando Korem Binaiya Ke Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva
Tongkat itu dibungkus dalam sebuah kotak berwarna biru.
Terselip sebuah pesan bijak dari Presiden Prabowo menyertainya:
"Kalau Anda tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau Anda tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang. Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, jangan mempersulit orang," demikian bunyinya.
"Benar Mas, kami mendapat kehormatan diberikan tongkat tersebut," kata Mayjen Edwin saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (7/6/2026).
Dalam lingkungan TNI, tongkat komando bukan sekadar pelengkap seragam atau simbol jabatan melainkan tongkat itu memiliki makna filosofis yang mendalam dan berakar pada tradisi militer, kepemimpinan, dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Secara umum, filosofi tongkat komando TNI dapat dibedakan menjadi beberapa aspek.
Pertama, simbol amanat dan tanggung jawab.
Filosofi paling mendasar dari tongkat komando adalah sebagai lambang amanat.
Saat seorang perwira diserahkan tongkat komando, hal itu menandakan dirinya resmi memikul tanggung jawab atas satuan yang dipimpinnya.
Tongkat itu juga bermakna bahwa kekuasaan tidak digunakan untuk kesewenang-wenangan, melainkan untuk mengayomi, melindungi, dan mengarahkan prajurit demi tujuan bangsa.
Pemegang tongkat komando juga bertanggung jawab penuh atas hidup-mati prajuritnya di medan tugas serta kesiapan operasional satuannya.
Kedua, pengarah dan penunjuk arah (Komando).
Secara harfiah, "komando" berarti perintah atau arahan di mana dalam masa pertempuran maupun masa damai, tongkat itu secara simbolis berfungsi sebagai penunjuk arah.
Pemimpin adalah penentu arah kebijakan dan strategi.
Ke mana tongkat itu diarahkan, ke sana pula pasukan bergerak.
Hal itu melambangkan ketegasan dalam mengambil keputusan.
Ketiga, kewibawaan dan penjaga kehormatan.
Tongkat komando memancarkan aura kehormatan dan kewibawaan seorang pemimpin.
Dalam budaya Nusantara, tongkat sering dikaitkan dengan pusaka atau "sanata" yang melambangkan kebijaksanaan.
Setiap Perwira yang memegangnya diharapkan memiliki kematangan berpikir, emosi yang stabil, dan integritas moral yang tinggi.
Sosok Mayjen Edwin
Mayjen Edwin bukan orang baru di lingkaran Prabowo.
Sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Mayjen Edwin yang saat itu masih berpangkat bintang 1 atau Brigadir Jenderal (Brigjen) sudah bertugas di sekitarnya.
Edwin yang merupakan alumni Akmil (1997) itu sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Humas Setjen Kemhan) saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.
Tercatat, ia bertugas mengiringi tugas-tugas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan selama hampir 2 tahun atau persisnya sekira 1 tahun 10 bulan.
Saat menjabat sebagai Karo Humas Setjen Kemhan, sejumlah gelaran berskala nasional dan internasional berhasil dilalui perwira infanteri yang mengawali kariernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu.
Gelaran itu antara lain pertemuan para Menteri Pertahanan Negara Anggota ASEAN ke-17 (The 17th ASEAN Defence Ministers’ Meeting/The 17th ADMM) di Jakarta Convention Center (JCC) pada November 2023.
Selain itu juga pertemuan-pertemuan bilateral Menhan dengan para menteri pertahanan serta pimpinan negara-negara sahabat.
Uniknya, lulusan terbaik Sesko TNI pada 2020 lalu itu tercatat sebagai perwira yang pertama kali dan satu-satunya yang pernah menjabat sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat sebanyak dua kali yakni pada 2014 dan pada 2017.
Selain itu, pria kelahiran Oktober 1975 itu juga berpengalaman di bidang pengamanan presiden saat menjadi Ajudan Wakil Presiden Ke-12 RI Jusuf Kalla pada 2018 - 2019 lalu.
Baca tanpa iklan