TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kotoran hewan dan getah pohon bisa menghinggapi cat mobil Anda saat mobil ditempatkan di ruangan terbuka.
Bahayanya kotoran hewan dan getah pohon ini berpotensi merusak cat mobil Anda dalam waktu yang cepat.
“Jadi kotoran hewan dan getah pohon memiliki tingkat asam yang tinggi dan sifatnya abrasif. Sehingga mampu masuk ke dalam permukaan cat,” kata Yaska Wu, dari High Definition (HD) Car Care.
Yaska pun menambahkan, “Bahwa cat mobil terdiri dari beberapa layer, zat asam yang terkandung pada kotoran hewan dan getah pohon itu bisa masuk ke setiap layer yang dimiliki oleh cat. Layer pertama yang dirusak adalah pernis (paint coating).”
Tak heran jika cat yang dikenai kotoran hewan dan getah pohon dalam waktu lama tidak dibersihkan akan membuat cat menjadi pecah atau retak.
Lalu bagaimana cara memperbaikinya? “Ketebalan cat menyeluruh itu sekitar 700–800 mikron. Jika hanya pernis yang dirusak, yaitu sekitar 200 mikron ketebalannya, tentu masih bisa diperbaiki dengan produk car care yang beredar di pasaran,” ujar Yaska.
Lain halnya jika ternyata zat asam sudah menyentuh permukaan dasar, yaitu kaleng mobil. hasilnya cat akan pecah dan plat bodi pun berkarat. Untuk masalah ini tentu pemilik kendaraan harus melakukan pengecatan ulang dengan biaya yang sangat besar.
Air
Tentu Anda sebagai pemilik kendaraan tidak akan pernah tahu, air apa yang membasahi bodi mobil Anda setiap harinya. Kenyataan memang demikian, bahwa air sendiri memiliki Potensial Hidrogen (pH) atau derajat keasaman yang berbeda-beda.
Jangan anggap remeh dengan pH air, pasalnya semakin rendah pH-nya, artinya semakin tinggi tingkat asam dari air tersebut. Semakin tinggi tingkat asam, maka tidak baik bagi permukaan cat.
Terlebih untuk pemilik kendaraan yang sering menempatkan kendaraannya di ruangan terbuka. Jangan heran kalau cat mobil akan lebih cepat terlihat kusam, karena air hujan memiliki tingkat asam yang tinggi.
“Memang ketika air menggenangi bodi mobil akan menguap terkena panas dari matahari Sayangnya walaupun air itu sudah tidak ada, zat asamnya tetap tertinggal di cat mobil,” kata Yaska.
Jangan khawatir, meski air memiliki potensi merusak cat, tapi dalam kenyataannya tidak sejahat kotoran hewan dan getah pohon. Memberikan proteksi dengan kandungan wax pun sudah cukup ampuh untuk mengembalikan warna mobil agar menjadi cerah kembali.