Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kini sedang mengakselerasi strategi dalam menuju Net Zero Emission pada tahun 2060, atau lebih cepat.
Salah satunya dengan mengoptimalkan program konversi motor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi motor bertenaga listrik yang ditargetkan sebanyak 1.000 unit di tahun 2022.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengungkapkan pihaknya akan memfasilitasi masyarakat yang ingin mengubah mesin kendaraan motor konvensional mereka menjadi motor listrik.
Baca juga: Triumph Selesaikan Desain Akhir Sepeda Motor Listrik TE-1
Apalagi Badan Penelitian dan Balitbang Kementerian ESDM saat ini sudah memiliki blueprint soal konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik.
"Kalau tertarik bisa saya fasilitasi bagaimana mengonversi motor fosil ke listrik, kebetulan di Balitbang (ESDM) punya blueprint," jelas Dadan dikutip dalam keterangannya, Minggu (13/2/2021).
Dirinya melanjutkan, untuk membangun ekosistem konversi motor listrik, terdapat dua hal yang menjadi sorotan pemerintah. Yakni membangun bengkel dan industri komponen.
Baca juga: Berapa Denda per Bulan Apabila Telat Membayar Tagihan Listrik PLN?
Kembali kata Dadan, bila program ini dijalankan dengan baik akan menekan emisi dan biaya energi.
"Saya sudah hitung kira-kira biaya energinya itu hanya sepersepuluh dari biaya sekarang. Misalnya kita mengeluarkan uang untuk veli BBM Rp10 ribu, nanti bisa Rp1000 saja," ucapnya.
Dadan menyebutkan, terkait biaya atau budget untuk mengonversi motor BBM menjadi motor listrik adalah berkisar Rp10 juta per unit.
"Biaya yang dibutuhkan untuk sepeda motor sekitar Rp10 juta. Kenapa Rp10 juta? Karena harga motor yang (nantinya akan menjadi motor listrik) speknya Rp20 jutaan, bukan sepeda listrik seperti yang dipakai di komplek," ungkapnya.
Baca juga: Volvo Inves 1,1 Miliar Dolar AS Kembangkan Pabrik Mobil Listrik Berfasilitas Canggih di Swedia
Sebagai informasi, pada tahun 2021, Kementerian ESDM sudah menyelesaikan 100 unit konversi motor roda dua BBM milik Kementerian ESDM menjadi motor listrik.
Langkah ini sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik.
Kementerian ESDM sendiri menargetkan 13 juta unit kendaraan bermotor menjadi motor listrik hingga 2030. Di mana separuhnya berasal dari motor baru dan dari hasil konversi.