News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rem Bermasalah, Mercedes-Benz Tarik 292.000 Kendaraan di AS

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mercedes-Benz mengumumkan penarikan 292.000 unit kendaraan Mercedes-Benz model ML, GL, R-Class tahun 2006 hingga 2012 di Amerika Serikat karena masalah pengereman.

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Mercedes-Benz Kamis (12/5/2022) kemarin mengumumkan penarikan 292.000 unit kendaraan Mercedes-Benz model ML, GL, R-Class tahun 2006 hingga 2012 di Amerika Serikat karena masalah pengereman.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA), mengungkapkan, perusahaan itu mengeluarkan perintah penarikan, dikarenakan booster rem berpotensi mengalami kerusakan, sehingga dapat mempengaruhi pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan.

NHTSA menambahkan, kendaraan yang tidak menunjukan kerusakan tingkat lanjut dapat terus digunakan tanpa tindakan lebih lanjut, sedangkan kendaraan dengan kerusakan tingkat lanjut akan menjalani tes tambahan.

Kendaraan yang lulus tes dapat dikendarai hingga dua tahun, namun harus kembali untuk mendapat perbaikan tambahan. Sementara kendaraan yang tidak lulus tes akan memerlukan penggantian booster rem.

Baca juga: Daimler Luncurkan Versi Terbaru Sasis Bus Mercedes-Benz OC 500 RF dan LE

“Manuver pengereman yang sangat kuat atau keras dapat menyebabkan kerusakan mekanis pada booster rem, di mana koneksi antara pedal rem dan sistem rem akan gagal. Dalam hal itu tidak mungkin untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan melalui rem servis.” ujar NHTSA, yang dikutip dari laman Reuters.comm

Mercedes-Benz USA melaporkan tidak ada kecelakaan, cedera maupun kematian terkait dengan adanya masalah ini.

Perusahaan ini mengatakan, mereka akan menawarkan derek gratis kepada pemilik kendaraan yang terkena dampak masalah ini. Dealer Mercedes juga akan membantu mengoordinasikan transportasi alternatif jika perbaikan lebih lanjut diperlukan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini