News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Badai PHK

840 Karyawan Produsen Kendaraan Listrik Rivian Kena PHK

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pikap Rivian R1T akan naik harga jadi Rp 1,084 miliar dolar AS.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Produsen kendaraan listrik (EV) asal Amerika Serikat, Rivian Automotive, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 6 persen tenaga kerjanya atau sekitar 840 staf dari total 14.000 karyawan.

Pengumuman tersebut disampaikan secara langsung oleh CEO Rivian R.J. Scaringe dalam sebuah email yang dikirimkan kepada karyawan, Rabu (1/2/2023).

Scaringe mengungkapkan bahwa PHK tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menyeimbangkan bisnis perusahaan di tengah gejolak ekonomi global dan potensi perang harga di seluruh industri otomotif.

Baca juga: Badai PHK Belum Usai, Sederet Startup Teknologi di Tanah Air Kompak Pangkas Pegawai, Ini Daftarnya

"Kita harus memfokuskan sumber daya kita pada ramp dan jalan kita menuju profitabilitas," kata Scaringe dalam email, di mana dia meminta maaf kepada karyawan yang terkena dampak PHK.

PHK di Rivian terjadi di tengah penurunan harga EV yang dipicu oleh pemangkasan yang baru-baru ini dilakukan oleh Tesla dan Ford.

Adapun pemangkasan harga oleh Tesla dan Ford diperkirakan akan merugikan perusahaan EV pemula seperti Rivian, Lucid Group dan startup Inggris Arrival.

"Mereka kehabisan uang dan ingin tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat, tetapi mereka terus berjuang dengan peningkatan produksi EV mereka dan tidak dapat menurunkan biaya unit secara berarti," kata Garrett Nelson, analis di CFRA Research

"Kami pikir itulah yang ada di balik keputusan PHK ini,” imbuhnya.

Baca juga: Badai PHK Belum Usai, Sejumlah Perusahaan E-Commerce di Indonesia Kompak Umumkan Pemecatan Karyawan

Produsen EV itu juga nyaris kehilangan target produksi setahun penuh sebesar 25.000 unit kendaraan pada tahun lalu karena menghadapi gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini