Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ramainya keluhan konsumen motor Honda tentang rangka eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame) pada beberapa model skuter matic-nya di media sosial belakangan ini ikut berimbas pada penjualan motor matic bekas Honda.
Pemilik dealer motor bekas Suramadu Motor mengaku penjualannya mengalami sedikit penurunan penjualan sejak netizen di media sosial ramai memperbincangkan rangka eSAF di beberapa motor matic Honda yang disebut-sebut berkarat dan patah.
"Iya ada penurunan. Mungkin karena lagi viral, makanya sedikit turun," tutur Yudi kepada Tribunnews.com, Sabtu (9/9/2023).
Namun Yudi tidak menyebutkan lebih banyak berapa persen penurunan yang terjadi akibat video viral tersebut.
Sementara dealer motor bekas lainnya, yakni Sukses Motor di Gandaria, Jakarta Selatan, menyatakan penjualan untuk produk sepeda motor Honda bekas di tempatnya masih stabil.
"Tidak ada masalah untuk saat ini. Sekarang masih standar saja, seperti biasanya," ungkap pengelola diler motkas Sukses Motor, Elita Tri Katon.
Baca juga: Banyak Keluhan dari Pelanggan, AHM Mulai Buka Layanan Pengecekan Rangka eSAF
Rangka eSAF mulai diaplikasikan di motor matic Honda pada 2019 dengan model pertama di Honda Genio. Desain rangka eSAF kemudian diaplikasikan ke model skuter matic laris Honda seperti Beat, Beat Street dan Scoopy mulai tahun 2020.
PT Astra Honda Motor (AHM) kemudian mengaplikasikan rangka eSAF pada Vario 160.
Baca tanpa iklan