News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GIIAS 2025

Strategi Dekarbonisasi Toyota Manfaatkan Bioetanol dan Libatkan Petani

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BAHAN BAKAR BIOETANOL TOYOTA - Avanza FFV dan Kijang Innova Zenix FFV berbahan bakar bioetanol di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Toyota Astra Motor (TAM) memamerkan mobil berbahan bakar bioetanol, Avanza FFV dan Kijang Innova Zenix FFV, di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

FFV atau Flexy Fuel Vehicle merupakan sistem yang menggabungkan teknologi hybrid dengan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti bioetanol dan jadi komitmen Toyota pada strategi dekarbonisasi.

Kedua kendaraan tersebut dirancang bisa menggunakan bahan bakar Flexible Fuel Vehicle berbasis campuran etanol, termasuk hingga tingkat E100 atau 100 persen etanol.

Bioetanol yang digunakan Toyota dibeli langsung dari petani lokal dan produsen bioetanol di berbagai daerah untuk membangun ekosistem energi baru yang terintegrasi, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Kolaborasi ini tidak hanya mendukung program pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

"Impor BBM masih jadi salah satu tantangan besar. Padahal Indonesia ini dikaruniai tanah subur dan sinar matahari melimpah. Bioetanol adalah potensi yang bisa kita manfaatkan secara lokal," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily, di GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025).

Potensi Besar dari Molases

Salah satu bahan baku utama produksi bioetanol adalah molases atau tetes tebu, produk sampingan dari proses pembuatan gula.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, Indonesia rata-rata menghasilkan sekitar 2,4 juta ton molases per tahun, dengan potensi produksi bioetanol mencapai lebih dari 1,2 juta kiloliter per-tahun.

Baca juga: Bagong Transport Borong 35 Unit Bus Hino RM 280 ABS di GIIAS 2025

Potensi ini sangat besar, terlebih sebagian besar molases selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak atau ekspor murah.

Dengan dukungan industri otomotif dan peran aktif petani tebu di daerah-daerah penghasil seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung, potensi molases diolah sebagai bahan baku bioetanol kian besar.

Menggerakkan Desa

Pemanfaatan bioetanol juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Empat Tips Beli Mobil dengan Skema Cicilan di GIIAS 2025

Pengembangan bioetanol sangat relevan, karena negeri ini memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan hasil pertanian yang beragam seperti tebu, singkong dan jagung, di mana semuanya dapat diolah menjadi etanol.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini