TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - MG Motor menyiapkan 4 model baru untuk pasar otomotif Indonesia di 2026 mendatang yang akan terdiri dari mobil berjenis internal combustion engine (ICE), mobil hybrid serta mobil listrik (EV) baru.
"Tahun depan kita akan rilis empat model EV, ICE dan hybrid. Kita juga mengkaji peluang membawa MPV EV ke Indonesia," kata Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia di acara media gathering di Jakarta, baru-baru ini.
Salah satu yang akan diboyong ke Indonesia adalah MG S5 EV. Seluruh model baru yang akan diperkenalkan ke pasar di 2026 akan dirakit secara CKD (completely knocked down) di Indonesia.
Hary mengatakan, 60 persen penjualan mobil MG di Indonesia saat ini dikontribusi dari model EV dan sisanya dari model ICE.
Soal alasan membawa lagi model baru berjenis ICE, Hary Kurniawan mengatakan, minat konsumen MG terhadap kendaraan ICE di luar Jabodetabek masih tinggi. "Kita melihat beberapa daerah di luar Jakarta masih menyukai model ICE," kata dia.
Baca juga: Menguji Performa dan Efisiensi 3 Mobil MG EV 1.800 Km Jakarta-Malang-Jakarta
Hari menambahkan, model terlaris MG di 2025 adalah MG4 EV dengan kontribusi terhadap penjualan mencapai 50 persen lebih.
"Penjualan kita tahun ini terkoreksi karena pendatang baru banyak dan volume penjualan nasional memang tak bertambah," ungkapnya.
Mengutip pernyataan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, Haruy mengatakan, pasar otomotif nasional di 2025 dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia, termasuk ketegangan AS dengan China dan Jepang.
Baca juga: Program Diskon MG, Suzuki dan Wuling di Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Hal itu mengakibatkan banyak mobil listrik dari pabrikan otomotif China dialihkan penjualannya ke Indonesia.
"Kita akui 2025 bukan tahun yang mudah, tapi tahun 2026 kita akan ngegas. Model yang kemarin sempat kita kenalkan di GIIAS 2025 akan kita launching di quarter pertama 2026. Kita siap ngegas tahun depan," kata Hary.
Soal peta penjualan kendaraan MG selama ini, Hary mengatakan, pasar terbesar masih terkonsentrasi di Jabodetabek.
Selain merilis minimal 4 model baru ke Indonesia tahun depan, MG juga akan menambah lagi jaringan diler di 2026. "Jaringan diler tahun depan akan terus dikembangkan. Ada proposal dari group dealer yang masuk, ada juga kita yang approach ke mereka untuk jadi dealer kita," sebutnya.
"Fokus sementara (pembukaan diler) kita ke kota-kota tier 1," sebutnya.
Terkait strategi pengembangan SPKLU untuk kendaraan EV MG di Indonesia, Hary bilang, menyelenggarakan charging station sendiri bukan hal baru bagi MG. "Karena kita sudah melakukannya di Thailand," ujarnya.
Baca tanpa iklan